Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 06 Jun 2021 19:20 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Penemuan Balon Udara, Pertama Kali Terbang Tahun 1783

Hari Suroto
detikTravel
BRISTOL, ENGLAND - SEPTEMBER 01: A shadow of a balloon is seen as musician Jerome Gamble plays guitar to accompany the recorded music as it is played to the city below on September 01, 2020 in Bristol, England. Created by Bristol-based artist Luke Jerram and composer Dan Jones, Sky Orchestra – A Moment in Time was first performed at the Bristol International Balloon Fiesta in 2003. (Photo by Finnbarr Webster/Getty Images)
Foto: Balon udara (Getty Images/Finnbarr Webster)
Jayapura -

Balon udara jadi salah satu atraksi wisata yang diimpikan traveler. Tapi tahukah kamu, bagaimana balon udara ditemukan dan terbang pertama kali di tahun 1783?

Paket wisata terbang dengan balon udara menjadi sensasi tersendiri bagi para traveler yang berkunjung ke Perancis. Balon udara ini melintasi Paris, Loire Valley, Provence, Burgundy dan Auvergne.

Bagaimana sejarah ditemukannya balon udara?

Balon udara ditemukan pada 1783 oleh Joseph Montgolfier dan Stephen Montgolfier, kedua kakak beradik ini berasal dari suatu kota kecil di Perancis Selatan.

Kisah penemuan ini bermula pada suatu hari di musim panas, saat Joseph dan Stephen Montgolfier sedang memandang ke arah awan di atas langit.

"Saya kira, jika awan itu dapat ditangkap dan dimasukkan ke dalam kantung kertas, maka kantung itu dapat melayang ke udara dan membawa sedikit muatan," kata Stephen Montgolfier kala itu.

Kemudian mereka pun membuat sebuah kantung kertas dan diisinya dengan hawa yang dipanaskan dan asap. Beberapa kali mereka membuat balon percobaan. Akhirnya pada bulan Juni 1783, mereka mengadakan demonstrasi di depan umum untuk menaikkan balon ciptaan mereka.

Sebuah balon kertas yang berwarna biru, di bawahnya terdapat lubang dan di tengah-tengah lubang itu ditempatkan sebuah keranjang dan di dalamnya dibakar dahan-dahan kering dan jerami.

Balon itu makin besar, kemudian dilepaskanlah talinya dan selanjutnya melayang ke angkasa. Semua penonton bergembira melihatnya dan mereka bertepuk tangan dan bersorak kagum.

Penerbangan balon berikutnya dilakukan di Paris pada musim dingin pada September 1783. Pada penerbangan ini, balon itu diberi muatan seekor ayam, bebek dan domba.

Setelah balon terbang beberapa waktu dan kemudian mendarat ke tanah, semua penonton tercengang, ternyata semua binatang itu masih hidup. Hal ini membantah anggapan bahwa lapisan udara yang di atas berbahaya bagi makhluk hidup.

Atas keberhasilannya tersebut, Joseph Montgolfier dan Stephen Montgolfier diundang ke Versailles oleh Raja Louis XVI untuk mendemonstrasikan penerbangan balon udara itu.


---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Insiden Balon Udara Jatuh, 11 Penumpang Terluka"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA