Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Jun 2021 06:43 WIB

TRAVEL NEWS

Kenalkan! Anakan Harimau Langka di Kebun Binatang Kuba

Femi Diah
detikTravel
Hraimau Bengal putih bernama Yanek yang langka bermain-main induk dan saudaranya di Taman Nasional Havana, Kuba pada 4 Juni 2021. (YAMIL LAGE / AFP)
Harimau Bengal putih Yanek bermain dengan induknya. (AFP/YAMIL LAGE)
Havana -

Kebun binatang di Havana memperkenalkan harimau Bengal putih. Spesies langka yang keberadaannya di alam liar tidak diketahui.

Dikutip dari AFP, Kamis (10/6/2021), harimau betina bernama Fiona melahirkan empat anak, salah satunya harimau tidak biasa, di Kebun Binatang Nasional Kuba pada Maret 2021. Anakan itu berupa harimau putih dan diberi nama Yanek.

Yanek lahir bersama dua harimau betina, yang diberi nama Melissa dan Gaby, serta harimau jantan yang namanya Miguel. Induk jantan mereka juga harimau Bengal yang bernama Garfield.

Tiga bulan setelah lahir, anakan harimau itu baru diperkenalkan kepada publik. Itu dengan pertimbangan anak-anak harimau tersebut sudah cukup mandiri, setidaknya bisa bermain dan berenang di kolam kebun binatang itu.

"Kami sangat senang seekor harimau putih telah lahir di Kuba. Ini pertama kalinya hal ini terjadi," kata penjaga hewan Angel Cordero.

Ya, Yanek bersaudara itu merupakan anak harimau pertama yang lahir di tanah Kuba setelah lebih dari 20 tahun.

Yanek Bukan Harimau Albino

Kelompok konservasi WWF menyebut harimau putih sebagai "anomali genetik", yang tidak diketahui keberadaannya di alam liar. Harimau putih itu cuma ada beberapa lusin dan berada di penangkaran.

Wildcat Sanctuary, sebuah LSM di Minnesota, menyebut harimau putih merupakan harimau Bengal yang induknya membawa gen resesif. Harimau itu bukan albino atau spesies yang berbeda.

Beberapa taman margasatwa dan kebun binatang melakukan perkawinan sedarah dengan harimau putih, karena kelangkaannya menarik lebih banyak pengunjung. Tapi, sering kali upaya tersebut mengakibatkan kelainan dan masalah genetik lainnya.

Harimau Asia diklasifikasikan sebagai satwa terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature. WWF mengatakan sekitar 3.900 ekor harimau tetap berada di alam liar, tetapi lebih banyak pekerjaan diperlukan untuk melindungi spesies ini jika ingin mengamankan masa depannya di alam liar.

"Di beberapa daerah, termasuk sebagian besar Asia Tenggara, harimau krisis dan jumlahnya menurun," begitulah keterangan dalam situs WWF.

Pawang Cordero menyebut empat harimau anakan itu menunjukkan perilaku agresif yang khas, meniru induk mereka saat saling menyerang.

Di kebun binatang itu, Fiona mendapatkan jatah 10 kilogram daging per hari, sedangkan Yanek bersaudara, yang beratnya kini antara delapan dan 11 kilogram, masing-masing mendapatkan jatah dua kilogram daging.



Simak Video "Anak Harimau Putih di Pakistan Mati Diduga Gegara Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA