Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Jun 2021 11:52 WIB

TRAVEL NEWS

Elang Jawa Setia, Sekali Kawin Hanya dengan Satu Pasangan

Putu Intan
detikTravel
Elang jawa di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Elang jawa. Foto: dok. PEH BBTNGGP
Jakarta -

Elang jawa merupakan salah satu satwa yang dikenal setia. Mereka berkembang biak secara monogami atau hanya dengan satu pasangan.

Elang jawa adalah satwa endemik Pulau Jawa yang statusnya langka sejak 1992. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI pada tahun 2019 menyebut jumlah elang jawa di alam bebas hanya 300-500 ekor.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan satwa ini langka, salah satunya karena mereka memiliki proses perkembangbiakan dan perkembangan yang memakan waktu lama. Hal itu dijelaskan Peneliti Ahli Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dewi M. Prawiradilaga Ph.D., Profesor Riset kepada detikcom.

"Jumlah elang jawa sedikit, populasi kecil, sebarannya hanya ada di Jawa jadi terbatas. Di samping itu memang juga ada sifat biologinya sendiri yang membuat burung itu populasinya susah naik," katanya ketika dihubungi via telepon.

"Kalau bertelur cuma satu butir dan itu menetasnya sekitar 1,5 bulan. Kemudian perawatan anaknya lama karena harus dididik dulu. Jadi ada proses parental care lebih lama karena diajari mengenal mangsa, memburu mangsa, makan," ia menjelaskan.

Proses dari mulai telur elang jawa menetas hingga anak dilepaskan sendiri itu bisa mencapai 3 bulan. Belum lagi untuk dapat mencapai masa dewasa kelamin atau anaknya dapat berkembang biak lagi, dibutuhkan waktu sekitar 3-4 tahun.

Selama proses menuju dewasa kelamin ini, elang-elang muda akan membentuk kelompok kecil. Di dalam kelompok itu mereka akan belajar berburu dan mencari pasangan.

Proses mencari pasangannya pun unik. Biasanya elang jawa akan unjuk kebolehan untuk mendapatkan perhatian lawan jenis.

"Mereka semacam melakukan display di udara, menunjukkan gaya terbang dan mengirimkan sinyal suara," ujar Dewi.

Dewi menjelaskan, ketika elang jawa sudah menemukan pasangan, mereka akan setia hanya dengan satu pasangan itu.

"Kalau selama ini yang sudah dikerjakan (penelitian) kita tandai dengan penanda sayap. Kemungkinan berbiak dengan individu yang sama. Dugaan memiliki ikatan kuat dengan pasangan, jadi monogami kuat," tutur Dewi.

Ketika elang jawa sudah berpasangan, mereka akan mencari teritori baru. Di sana mereka akan berkembang biak lagi. Jika anaknya sudah dirasa mampu hidup sendiri, anaknya akan diusir dan mereka kembali berkembang biak dengan pasangan yang sama.



Simak Video "Pelaku Diduga Aniaya Satwa Langka Simpai di Sumbar Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA