Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 23 Jun 2021 17:07 WIB

TRAVEL NEWS

Dukung PPKM Mikro Jakarta, Pramuwisata Batalkan Tur Sementara Waktu

Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah sudah dibuka kembali, Sabtu (20/6/2020). Protokol kesehatan sangat ketat diberlakukan.
Foto: Tripa Ramadhan
Jakarta -

Pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro Jakarta turut membuat pramuwisata membatalkan tur wisata.

Tepat pada hari Senin kemarin (21/6), Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) Airlangga Hartarto mengumumkan tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dipertebal dan diperkuat.

"Kemudian terkait dengan penebalan dan penguatan PPKM mikro arahan presiden tadi untuk melakukan penyesuaian, jadi ini akan berlaku mulai besok 22 Juni-5 Juli, dua minggu ke depan, bahwa penguatan PPKM mikro akan dituangkan dalam instruksi mendagri," katanya dalam keterangan pers virtual Senin lalu.

Penguatan PPKM Mikro itu juga berlaku untuk DKI Jakarta yang memiliki sejumlah zona merah. Dimana hal itu juga berimbas pada sektor pariwisata di DKI Jakarta.

Terkait hal itu, Pemprov DKI Jakarta melakukan sejumlah tindakan seperti menutup destinasi wisata hingga museum yang dikelola di bawah dinas terkait. Namun, bukan hanya pihak Pemprov saja yang ikut terlibat.

Para pramuwisata yang tergabung di bawah Jakarta Good Guide (JGG) juga menunjukkan kepeduliannya, dengan membatalkan sementara sejumlah kegiatan tur mereka di DKI Jakarta.

[Gambas:Instagram]




"Mohon maaf, semua walking tour JGG dan Teka Teki Jakarta dibatalkan sampai waktu yang belum ditentukan. Jaga kesehatan & #DiRumahAja. Situasi #Covid19 yang semakin mengkhawatirkan membuat tim JGG harus membatalkan semua jadwal walking tour dan acara HUT ke-494 Jakarta, Teka Teki Jakarta," tulis admin Jakarta Good Guide.

Dihubungi terpisah oleh detikTravel, Rabu (23/6/2021), salah satu founder Jakarta Good Guide, Chanda, menyebut kalau hal itu menjadi bukti solidaritas sekaligus kekhawatiran.

"Sebenarnya ini bentuk kekhawatiran kita sih, karena angka COVID lagi tinggi dan kita nggak mau jadi klaster yang bisa jadi sumber penularan COVID. Ditambah infonya lagi 5 orang berkumpul akan dibubarkan, jadi tentunya ini jadi faktor juga yang bikin kita waswas," ujarnya via pesan singkat.

Selanjutnya: Langkah para pramuwisata Jakarta Good Guide

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA