Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 25 Jun 2021 15:13 WIB

TRAVEL NEWS

Pariwisata Rugi Besar, Turki Berharap dari Turis Rusia

Turki sambut turis
Ilustrasi wisata Turki (AP)
Jakarta -

Pariwisata Turki berupaya untuk bangkit kembali dari keterpurukan akibat virus Corona. Turis Rusia jadi harapan negara ini.

Wisata Turki babak belur gegara pandemi virus Corona. Pada 2019, negara ini memiliki 52 juta pengunjung yang mendatangkan USD 34,5 miliar, sedangkan pada 2020 pengunjung turun 69 persen, cuan pun turut merosot, menjadi sekitar USD 12 miliar.

"Kita berbicara tentang... sektor yang telah menganggur selama setahun," kata salah satu petinggi Asosiasi Agen Perjalanan Turki, Hamit Kuk.

"Ada kerugian lebih dari USD 20 miliar," dia menambahkan.

Setelah hampir 20 bulan tutup akibat pandemi, hotel-hotel Turki kembali dibersihkan. Itu seiring dengan Moskow yang mengumumkan akan mencabut pembatasan penerbangannya ke Turki.

Boleh dibilang itu menjadi titik cerah bagi Turki yang sedang haus akan turis asing.

Turki bergantung pada pendapatan dari sektor pariwisata untuk kebutuhan mata uang asingnya. Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan berulang kali bahwa musim tahun ini sangat penting.

"Kami akan memastikan para profesional pariwisata dapat memanfaatkan setidaknya paruh kedua musim 2021," katanya.

Wisatawan dari Jerman, Renata Malzahn, menyadari bahwa Turki membutuhkan pengunjung. Dia tengah berlibur di resor Side yang terkenal dengan rerutuhan kunonya.

"Jika Anda melonggarkan pembatasan (perjalanan) sehubungan dengan negara lain... Anda tidak boleh mengecualikan Turki, karena orang-orang di sini juga sangat membutuhkan pengunjung seperti kami," kata Renata.

"Jika tidak, negara itu akan runtuh," tambahnya.

Turki memiliki lonjakan COVID-19 saat kasus harian mencapai 63.000. Inggris dan Prancis menempatkan Turki dalam daftar merah mereka dan mengharuskan turis yang kembali untuk melakukan karantina. Sementara itu, Rusia menangguhkan penerbangan internasional sejak April.

Saat infeksi harian Turki turun menjadi rata-rata 7 hari 5.645 kasus, beberapa negara telah melonggarkan perjalanan mereka. Prancis dan Jerman menghaous Turki dari daftar berisiko tinggi. Inggris sebagai pasar pariwisata terbesar ketiga di Turki juga diharapkan menghapus Turki dari daftar merahnya.

Penerbangan sipil Turki memperbarui persyaratan penumpang pada 21 Juni 2021. Penumpang yang belum sepenuhnya divaksinasi atau tidak dapat menunjukkan bukti pemulihan dari virus Corona perlu memiliki hasil tes PCR negatif dalam 72 jam setelah kedatangan.



Simak Video "Erdogan Sambangi Putin di Rusia, Bahas Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA