Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 25 Jun 2021 16:43 WIB

TRAVEL NEWS

Di Zaman Baheula, Berburu Beruang Pakai Baju 'Ikan Buntel'

Syanti Mustika
detikTravel
Baju berburu beruang abad ke-18
Foto: (dok The Menil)
Jakarta -

Katanya orang dahulu berburu beruang tidak cuma bermodal senjata. Tapi, mereka juga memakai baju yang dikelilingi paku. Mirip ikan buntel!

Bila kamu mencari di Google, baju berburu beruang abad ke-18 atau baju berburu beruang Siberia, yang keluar adalah baju dengan paku sekelilingnya. Usut cerita, baju ini ada di pameran seni di Texas.

Sebuah rompi mencuri perhatian di The Menil Collection di Houston, Texas. Baju ini menjadi salah satu yang dipamerkan dalam karya 'Witnesses to a Surrealist Vision' atau Saksi-Saksi untuk Visi Surealis.

Dirangkum detikcom dari beragam sumber, Jumat (25/6/2021) pameran ini berisi artefak atau karya seni dari koleksi seniman surealis seperti Andre Breton dan Max Ernst. Adapun tujuan pameran ini untuk mewujudkan keingintahuan tentang abad ketujuh belas yang juga disebut wunderkammer.

Sebagaimana karya seni, tentu kesannya ini adalah imajinasi dari senimannya atau penciptanya bukan? Wunderkammer surealis biasanya mengabaikan konteks historis item tersebut dan malah menempatkan dan mendeskripsikan objek-objek ini untuk menciptakan permainan kata-kata visual.

Baju berburu beruang abad ke-18Baju berburu beruang abad ke-18 Foto: (dok The Menil)

Baju ini salah satunya. Simpang siur kebenaran dari keberadaan baju ini dahulunya.

Meskipun dianggap berasal dari Jerman atau Swiss di abad ke-18 atau ke-19, kostum ini mungkin mewakili tokoh rakyat yang terlihat di Festival Vogel Gryff di Basel, tetapi juga dianggap sebagai kostum berburu beruang.

Jadi ceritanya pada abad ke 18, orang Swiss menggunakan senapan dengan tembakan tunggal untuk berburu. Kalau kita bandingkan dengan kekuatan senapan sekarang, masih kalah jauh kekuatannya dan tidak cukup sekali tembak untuk membunuh seekor beruang.

Jika ditemukan pertama pemburu tidak membunuh beruang, kemungkinan besar dia akan mati dicabik-cabik beruang karena butuh waktu untuknya mengisi peluru lagi. Kamu pernah menonton The Revenant? Dimana si tokoh diserang oleh beruang? Seperti itulah.

Kemudian mereka berkumpul dan mencari solusi bagaimana caranya tidak dicabik-cabik oleh hewan raksasa ini. Mereka memikirkan cara bagaimana beruang terus memeluk mereka sampai mati.

Terciptalah rompi paku ini. Terbuat dari dua lapisan kulit yang dikelilingi oleh paku kayu dan rantai besi, mirip ikan buntel.

Bagaimana menurut kamu?



Simak Video "Potensi Desa Nglobo yang Disebut Sebagai Texas-nya Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA