Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 28 Jun 2021 19:27 WIB

TRAVEL NEWS

Tol Cipali dan Cerita 99 Jembatan

Antrean kendaraan di Tol Cipali sudah mulai terlihat didominasi mikrobus
Tol Cipali Foto: Sudirman Wamad
Jakarta -

Ada perjalanan spiritual yang dirasakan Menparekraf Sandiaga Uno dalam pembangunan tol Cipali (Cikopo-Palimanan). Di balik kesulitan ada kemudahan yang dia temukan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menceritakan pembangunan tol Cipali sepanjang 116 km yang mulai dibangun sejak tahun 1996 tersebut. Tanpa sengaja jumlah jembatannya sama dengan nama-nama Allah atau Asmaul Husna yang berjumlah 99.

"Kenapa ini jadi spiritual banget?" kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam Peluncuran dan Bedah Buku Pembangunan Tol Cipali yang berjudul, "Cipali Trans-Jawa dan Tol Enam Presiden dengan Sembilan Rahasianya."

"Jumlah jembatan dan jumlah struktur di jalan tol yang 116 km adalah 99. Itu menunjukkan 99 nama Allah, yang menurut saya, saya jadi betul betul merasa bahwa ini ada pesan khusus," kata Sandiaga

"Nggak pernah kita bicarakan tapi jumlahnya 99 termasuk jembatan terpanjang yang sekarang kita beri nama William Soeryadjaya di Cimanuk," tambahnya.

Selain itu, Sandiaga juga menceritakan suatu kendala kala membangun jalan tol tersebut. Salah satunya tak bisa melintasi pesantren Babakan Ciwaringin.

"Sempat ada kekhawatiran bahwa karena kita harus melintasi Babakan Ciwaringin itu pesantren yang menurut beberapa kyai di sana mereka tidak ingin dilalui," kata Sandiaga Uno.

Pembangunan pun diputuskan dilanjutkan ke arah selatan. Namun ada bukit yang diperkirakan bisa ditembus dalam waktu yang cukup lama, empat tahun.

"Di selatan itu ada bukit, bukit yang pada saat itu diprediksi empat tahun baru kita menembus bukit tersebut. Tapi bukit tersebut dinamakan oleh masyarakat setempat bukit salam, bukit kedamaian," ujarnya.

Namun tak disangka, setelah investigasi dilakukan, waktu yang dibutuhkan untuk menembus bukit tak selama perkiraan. Bahkan ada rezeki tak terduga yang dihasilkan dari bukit tersebut.

"Ternyata bukit tersebut bisa ditembus sesuai dengan waktu dan ternyata bukit itu bukan hanya bisa ditembus tapi memberikan materi yang diperlukan untuk proyek itu sendiri. Jadi setiap ada kesulitan ada kemudahan, seperti yang sudah dijanjikan," tambah Sandiaga Uno.

Sandiaga lewat perusahaannya memang sempat memiliki Tol Cipali. Namun tol ini kemudian dijual Sandi tak lama setelah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Juni 2015 kepada Astra melalui PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra).



Simak Video "Konten Kreatif Bantu Promosi Desa Wisata, Sandiaga Benahi Jaringan Internet"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA