Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 01 Jul 2021 16:03 WIB

TRAVEL NEWS

PPKM Darurat, Luhut: Bali Tidak Mungkin Dibuka untuk Wisman

Putu Intan
detikTravel
Ilustrasi wisatawan di pantai bali, berjermur, menikmati pantai.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Berlakunya PPKM (Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat) Darurat otomatis membuat Bali batal membuka pintunya untuk wisatawan mancanegara (wisman). Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan saat ini fokus pemerintah adalah penanganan COVID-19.

Dalam konferensi pers PPKM Darurat, Kamis (1/7/2021) Luhut menyampaikan bahwa PPKM Darurat di Jawa dan Bali akan mulai berlaku 3-20 Juli 2021. Ada sejumlah aturan baru yang berlaku, termasuk penutupan tempat wisata dan syarat bepergian dengan moda transportasi harus menyertakan kartu vaksin.

Terkait dengan pelaksanaan PPKM Darurat, muncul pertanyaan mengenai kelanjutan rencana pembukaan Bali untuk turis asing pada bulan Juli. Luhut berujar rencana itu batal.

"Kalau Bali saya kira Anda sendiri bisa menjawab lah, tidak mungkin dibuka lagi dengan adanya (varian COVID-19) Delta ini," katanya kepada wartawan.

"Jadi kita tidak berpikir ke situ lagi sekarang (pembukaan wisata). Kita sekarang berpikir bagaimana menurunkan dengan menyuntik sebanyak mungkin protokol kesehatan. Itu sekarang yang sedang kita lakukan," ia melanjutkan.

Saat ini kasus COVID-19 di Bali juga sedang meningkat. Menurut data akumulatif, jumlah kasus COVID-19 di Bali per 28 Juni 2021 sebanyak 49.758 dengan tingkat kesembuhan 94,02 persen.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berharap agar rencana pembukaan pariwisata untuk wisatawan mancanegara tetap dilakukan sebab berbagai persiapan telah dilakukan.

"Inggih (ya harapan saya) tetap dibuka gitu ya dengan pertimbangan-pertimbangan seperti faktor cara-cara mengeliminir terpaparnya COVID-19 dengan prokes," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa saat dihubungi detikcom, Senin (21/6/2021).

"Jadi orang-orang yang datang adalah orang-orang yang sudah tervaksin berasal dari daerah aman COVID-19. Jadi segala ketentuan itu kita penuhi," imbuh Astawa.

Meski punya harapan besar, Astawa tetap mengembalikan keputusan akhir pembukaan wisata Bali ini ke pemerintah pusat. "Sekali lagi, ini bukan kita soalnya yang tentukan. Apakah itu jadi di-open atau tidak. Kan kita endak punya kewenangan untuk itu," tutur Astawa.



Simak Video "Alasan Pemerintah Pangkas Karantina Wisatawan Mancanegara Jadi 5 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA