Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 07 Jul 2021 06:43 WIB

TRAVEL NEWS

Warga Saudi Pede Bisa Hidup Normal 6 Bulan ke Depan

Sejumlah negara membatasi kedatangan warga asing menyusul munculnya varian baru COVID-19 yang disebut lebih menular. Negara mana saja? Yuk, lihat
Ilustrasi Jeddah di Arab Saudi (AP Photo/Amr Nabil)
Riyadh -

Dalam sebuah survei, satu dari enam masyarakat Arab Saudi percaya akan bisa hidup normal seperti sebelum COVID-19 beberapa bulan ke depan.

Kepercayaan diri itu terungkap melalui survei yang dikeluarkan oleh firma konsultan Kearney seperti dikutip detikTravel dari media Al Arabiya, Rabu (7/7/2021).

Arab Saudi tengah menghadapi guncangan ekonomi sejak awal pandemi COVID-19. Pemerintah merespons dengan kenaikan PPN menjadi 15 persen pada Juli 2020.

Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed al-Jadaan menyebut peningkatan pajak itu untuk melindungi kesehatan dan mata pencaharian masyarakat.

Hampir setahun setelah keputusan itu, tepatnya pada 2 Mei 2021 al-Jadaan mengatakan kenaikan pajak kemungkinan akan direvisi, turun menjadi lima persen dalam satu hingga lima tahun ke depan.

Menurut survei, lebih dari 80 persen konsumen Saudi mengatakan telah mengubah kebiasaan berbelanja mereka selama pandemi. Sebanyak 60 persen dari mereka telah berbelanja lebih banyak dari biasanya.

Sementara, sekitar 45 persen responden berbelanja banyak untuk makanan dan beralih ke produk berkualitas lebih tinggi. Selain itu, orang-orang yang disurvei juga mengatakan berencana membelanjakan lebih banyak pakaian dalam beberapa bulan ke depan. Khususnya, pakaian kantor. Itu menjadi indikator adanya harapan kembali pada work from office (WFO).

"Pengeluaran didorong oleh pelonggaran pembatasan, kesadaran yang lebih tinggi akan kesehatan dan kesejahteraan dan harapan untuk kembali ke kantor," ujar Perwakilan Kearney Timur Tengah, Adel Belcaid.

Hanya hingga saat ini, Arab Saudi masih menutup akses ke sejumlah negara tertentu akibat varian baru COVID-19. Beberapa di antaranya seperti Uni Emirat Arab, Vietnam dan Ethiopia.

Keputusan itu diambil pemerintah Arab Saudi imbas kian masifnya penyebaran varian baru COVID-19, tanpa menyebut varian Delta yang juga sudah dilaporkan memasuki Saudi pekan lalu dan membuat negara tersebut memutuskan menangguhkan penerbangan ke dan dari India.



Simak Video "Menlu Arab Saudi Datang Kantor Menlu AS, Bahas Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA