Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 09 Jul 2021 13:19 WIB

TRAVEL NEWS

Jangan Panik, Ini Bedanya Tsunami dan Surut Biasa di Pantai

bonauli
detikTravel
Pulau Kei
Pulau Kei Foto: Mustiana Lestari

Air laut akan tampak makin hilang di tanggal 6 hingga 9 Juli 2021. Hal ini disebabkan adanya pendekatan gaya gravitasi bulan baru (new moon). Fase bulan baru diprediksi akan terjadi pada 10 Juli 2021.

Sementara itu pada bulan Juli, bumi memiliki jarak terjauh dari matahari. Kondisi ini sering disebut sebagai Aphelion. Sehingga gaya gravitasi matahari terhadap elevasi muka laut menjadi turut berkurang.

Pemodelan oseanografi Pulau KeiPrediksi elevasi mulai laut Pantai Ohoidertawun, Pulau Kei Foto: (Widodo Pranowo/Istimewa)

Air laut akan mengalami surut atau menuju surut setelah pukul 3 sore waktu setempat. Lamanya surut tersurut hingga kembali ke level air normal semula adalah antara 9,5 hingga 10 jam.

"Fenomena keringnya air laut atau surut air laut di perairan Pantai Ohoidertawun pada kurun waktu 6 hingga 8 Juli 2021 kemarin adalah suatu fenomena alamiah biasa, bukan pertanda akan terjadinya tsunami," paparnya.

Ada perbedaan yang terlihat antara surut alami dengan tsunami. Ketika ada pusat gempa berpotensi tsunami yang dekat, maka pertanda akan terjadinya tsunami adalah ketika air dari tinggi elevasi normal mengalami surut yang sangat tiba-tiba dengan sangat cepat setelah terjadinya gempa.

"Saking cepatnya air surut, ikan-ikan pun bisa tertinggal di laut yang kering, tidak sempat terbawa oleh air surut tersebut. Apabila hal ini terjadi, maka sebaiknya tidak mengambil ikan-ikan tersebut, melainkan berlari menjauh dari pantai atau menuju ke daratan yang lebih tinggi," pungkasnya.

Jadi bagaimana, Traveler sudah tahu kan bedanya surut biasa di laut dan tsunami? Semoga artikel ini bisa bikin traveler makin kenal dan cinta laut Indonesia, ya!

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA