Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 12 Jul 2021 15:48 WIB

TRAVEL NEWS

Ada 'Istana Mewah', tapi di Atas Rel

bonauli
detikTravel
G Train, kereta api mewah bagai istana
G Train (Thierry Gaugain/CNN)
Jakarta -

Kereta api menjadi moda transportasi yang terus berkembang. Tak ingin cuma jadi sekedar alat angkut, kereta api yang satu ini dibuat mewah bagai istana.

Dilansir dari CNN, seorang desainer asal Prancis, Thierry Gaugain mengubah konsep kereta api bukan sekadar sebagai alat angkut biasa. Saking mewahnya, kereta api ini bisa menunjukkan kelas sosial pemiliknya.

Kereta api ini diberi nama G Train. Gaugain mendesainnya bersama Philippe Strack, seorang desainer kapal pesiar. Salah satu karyanya adalah kapal Venus setinggi 80 meter milik Steve Jobs.

G Train digambarkan sebagai 'istana di atas rel' yang mewah. Nantinya, kereta ini memiliki panjang 400 meter dengan 14 gerbong berlapis kaca. Kacanya bukan kaca biasa, namun kaca dengan teknologi tinggi yang bisa menjadi buram dan transparan tergantung cuaca.

"Kereta ini dirancang untuk satu pemilik unik. Ini bukan kereta umum, atau kereta penumpang," ujar Gaugain.

G Train, kereta api mewah bagai istanaG Train, kereta api mewah bagai istana Foto: (Thierry Gaugain/CNN)

Gaugain bilang pemiliknya yang menginginkan keunikan di kereta itu. Dia juga tidak menganggap kereta sebagai transportasi saja.

"Ini tentang (makna) perjalanan, bukan seberapa cepat Anda dari titik A ke titik B," ujar Gaugain.

Gaugain merasa saat ini perjalanan transportasi menjadi lebih berfokus pada kecepatan daripada perjalanan seutuhnya. Ia melihat G Train sebagai moda transportasi layaknya berada di dalam pesawat pribadi yang memiliki nilai kesenangan serupa.

"Perjalanan bukan tentang kecepatan. Ini tentang meluangkan waktu karena waktu adalah satu-satunya harta yang kita miliki," ujarnya.

Bukan hanya eksterior kereta yang dapat diubah dengan menekan tombol, penumpang juga dapat mengubah suasana interior kereta di bagian manapun mereka berada. Jika penumpang ingin melihat lingkungan di luar kereta, mereka dapat beralih ke mode transparan.

Tetapi jika mereka ingin mendapatkan privasi, penumpang dapat mengubah kaca menjadi buram.

G Train, kereta api mewah bagai istanaG Train, kereta api mewah bagai istana Foto: (Thierry Gaugain/CNN)

"Kereta ini adalah sebuah panggung. Anda dapat mengubah cahaya, musim, atau kecepatan untuk mengubah hubungan Anda dengan waktu," ujar dia.

Ide itu pertama kali muncul di benak Gaugin ketika dia masih kecil. Dirinya memang kerap dibuat terpesona oleh kereta api.

Namun begitu ia belum menemukan pelanggan yang tepat, dan ia mengaku bahwa dia mungkin perlu menemukan seseorang yang 'gila' seperti dirinya, untuk membeli kereta buatannya. Kemungkinan pembangunan kereta itu akan menelan biaya USD 350 juta atau senilai Rp 5 triliun (kurs 14.491) dan akan memakan waktu dua tahun.

"Mungkin orang yang membeli kereta akan memulai babak baru dalam hidupnya. Karena kami [wisatawan] terus-menerus terburu-buru. Kita perlu waktu untuk memperlambat perjalanan batin agar memahami ke mana kita ingin pergi," ujarnya.

DesainiIstana di atas rel itu mempunyai 18 kamar tamu yang ingin menginap. Kereta mampu berjalan dengan kecepatan 160 kilometer per jam, dan akan disesuaikan untuk berjalan di jalur kereta api seluruh Amerika Serikat dan Eropa.

Gaugain telah memboyong beberapa ahli seperti pembuat kereta Swiss Stadler, produsen kaca Saint-Gobain, firma teknisi Inggris Eckersley O'Callaghan dan perusahaan keamanan Marine Guard untuk memastikan bahwa desainnya 'layak'.

G Train, kereta api mewah bagai istanaG Train, kereta api mewah bagai istana Foto: (Thierry Gaugain/CNN)

"Kereta api itu sangat rumit, karena tidak ada kereta api yang dapat berjalan di semua rel di seluruh dunia yang mematuhi semua sistem," katanya.

G Train dapat dipecah menjadi dua jika mereka yang berada di dalam kabin memutuskan ingin pergi ke arah yang berbeda. Penumpang masuk lewat gerbang utama yang mengarah ke area utama kabin.

Pada ruang utama terdapat ruang hiburan serta area untuk tamu istimewa, ruang sosial serta ruangan yang dirancang khusus untuk resepsi. Para tamu juga memiliki akses ke taman 'rahasia', sementara terdapat sayap kereta yang dapat dilipat yang berfungsi menjadi teras terbuka.

Tempat itu dapat digunakan untuk menggelar pesta, atau bahkan konser di atas kabin. Gaugain menilai kereta akan menjadi kendaraan untuk masa depan, dan apa yang diciptakan Gaugain ini nantinya merupakan perkawinan antara kemewahan dan teknologi terbaik.



Simak Video "Viral Pegawai KAI Dijemput Kereta Api di Depan Rumahnya, Faktanya?"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA