Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 13 Jul 2021 18:04 WIB

TRAVEL NEWS

Dikeluhkan Traveler, Bisakah Harga Tes Swab PCR Turun Harga?

Petugas gabungan gelar razia masker di kawasan Solo. Warga yang kedapatan melanggar prokes pun ditindak dengan diwajibkan melakukan swab test di tempat.
Ilustrasi, tes swab PCR (Foto: Agung Mardika/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah telah mendengar keluhan bahwa harga tes swab PCR begitu tinggi bagi sebagian besar masyarakat. Bisakah syarat utama dalam PPKM darurat itu mengalami penurunan harga?

Menparekraf Sandiaga Uno sempat menyinggung kemungkinan penurunan harga tes swab PCR. Alasannya adalah begitu banyak traveler yang mengeluhkan harganya yang selangit, setara dengan harga suatu tiket pesawat bahkan bisa lebih mahal.

"Selain distribusi vaksin secara masif, kita juga harus menekan harga tes PCR yang banyak dikeluhkan masyarakat," kata Sandi dalam temu wartawan mingguan secara daring.

Namun, Sandi belum merinci bagaimana penerapan dan kebijakan lanjutannya nanti. Ia lalu membahas tentang pentingnya tes swab PCR dalam masa PPKM darurat.

Karena, tes swab PCR ini juga menjadi indikator pariwisata yang sehat di masa pandemi.

"Saya meyakini ini adalah wisata yang sehat. Oleh karena itu pemerintah harus bisa memberi kebijakan agar tetap bisa menggerakkan sektor parekraf kembali," terang dia.

Dalam kesempatan ini pula Sandi membahas tentang masih adanya syuting beberapa film. Seperti diketahui bahwa Bali masuk dalam wilayah PPKM darurat, namun pihaknya mencoba menjembatani agar ada titik tengah antara pekerjaan tak berlawanan dengan Satgas Covid-19.

"Saat PPKM darurat di Bali, ada syuting beberapa episode film maupun dokumenter. Kami memberikan fasilitas untuk melakukan syuting yang tidak masuk ruang lingkup PPKM darurat, kita alihkan ke daerah Tabanan-Klungkung," kata Sandi.

Lalu, apa syarat syuting di Bali?

"Mereka harus patuh terhadap PPKM darurat. Apakah upaya kami membuka lapangan kerja, seperti syuting film jadi sektor esensial? Jika bisa ditunda akan ditunda karena banyak pekerja dan harian dibayarnya," urai Sandi.

"Kami berkoordinasi, bukan syuting diperbolehkan, kita fasilitasi seandainya mengarahkan pada daerah yang nggak ikut PPKM darurat. Itu opsi ke mereka untuk menunda atau dipindah lokasinya," kata dia menambahkan.



Simak Video "Menengok Perjalanan Harga Tes PCR: Awal Pandemi Jutaan, Kini Rp 275 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA