Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 15 Jul 2021 13:58 WIB

TRAVEL NEWS

40 Ekor Monyet di Karang Gantungan, Tidak Pernah Nambah atau Berkurang

Wisma Putra
detikTravel
Monyet ekor panjang di Karang Gantungan, Bandung
Monyet ekor panjang di Karang Gantungan, Bandung oto: Wisma Putra/detikTravel
Bandung -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, objek wisata Karang Gantungan, Desa Karang Tunggal, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung ditutup sementara. Konon, monyet-monyet di sana tidak pernah berubah jumlahnya.

detikTravel menyambangi objek wisata Karang Gantungan, Kamis (15/7/2021). Destinasi ini spesial dengan menyuguhkan pemandangan dan puluhan monyet ekor panjang.

Beda dengan hari-hari sebelum PPKM Darurat, kini sejak di pintu masuk suasana sangat sepi. Loket penjualan tiket tutup, warung-warung yang ada di sana juga tutup.

Biasanya, saat objek wisata ini dibuka, puluhan monyet liar sudah berkumpul di depan pintu masuk untuk menunggu wisatawan. Monyet-monyet liar itu seolah tahu bakal ada makanan, seperti buah dan kacang, dari wisatawan.

Tapi kini, monyet-monyet itu seolah terbawa suasana PPKM Darurat. Tidak seekor pun monyet mendekati pewarta yang memantau sepinya objek wisata ini.

Bahkan, setelah detikTravel mencoba berjalan sekitar 100 meter mendaki menuju jantung kawasan wisata Karang Gantungan, tidak ada monyet mendekat.

Barulah setelah detikTravel mengeluarkan buah pisang, satu persatu kawanan monyet liar itu turun dari atas pohon. seolah mereka baru mempercayai ada makanan untuk mereka.

Monyet-monyet di Karang Gantungan ini spesial dalam kisah yang dipercayai warga setempat. Konon, jumlah monyet ekor panjang di objek wisata ini tidak pernah bertambah atau berkurang, konsisten berjumlah 40 ekor.

Objek wisata ini disebut Karang Gantungan karena ada batu besar yang menggantung dan ditahan oleh akar pohon yang disebut peninggalan Kerajaan Saunggalah.

Selain itu, ada juga makam Embah Karang yang konon katanya seorang guru yang sangat berpengaruh pada masa Kerajaan Saunggalah.



Simak Video "Penampakan Monyet-monyet yang Kelaparan di Bali Serbu Rumah Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA