Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 15 Jul 2021 17:23 WIB

TRAVEL NEWS

Bukan Cuma di Indonesia, COVID-19 Juga Meroket di Eropa

PARIS, FRANCE - MARCH 31: People enjoy warm weather along the Seine river banks, on March 31, 2021 in Paris, France. With hospital admissions are on the uptick in Paris and region, French President Macron is expected to give a televised speech at 8pm. New measures are expected in the coming days with a possible closure of schools and a harder lockdown. (Photo by Rafael Yaghobzadeh/Getty Images)
Foto: Getty Images/Rafael Yaghobzadeh
Paris -

Melonjaknya kurva COVID-19 tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di sejumlah negara Eropa. Pembatasan ketat kembali diberlakukan.

COVID-19 varian Delta ditengarai menjadi penyebab meningkatnya kurva di sejumlah negara dunia. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (15/4/2021), negara Eropa pun kembali dihantui seperti diberitakan Lonely Planet.

Hanya dalam hitungan minggu, sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Spanyol, Portugal, Yunani dan Belanda mencatatkan kenaikan COVID-19 yang cukup signifikan.

Di Prancis, Perdana Menteri Emmanuel Macron bahkan kembali memperketat perbatasannya bagi traveler yang belum divaksinasi atau datang dari negara beresiko tinggi. Aturan itu diketahui kembali diberlakukan per hari Senin (12/7) kemarin.

Di Eropa, nama Inggris tercatat sebagai salah satu yang beresiko tinggi. Oleh sebab itu, Menteri Prancis untuk urusan Eropa Clement Beaune, meminta turis dari Inggris untuk menyertakan bukti negatif COVID-19 dan harus sudah vaksin jika ingin masuk Prancis.

Sedangkan bagi traveler yang datang dari zona hijau Eropa, hanya diminta menyertakan bukti surat negatif COVID-19. Selain itu, Prancis juga kembali menggalakkan vaksinasi.

Salah satu caranya, bukti vaksinasi akan menjadi akses masuk ke sejumlah bar, restoran, kafe, bioskop, hingga untuk naik kereta dan pesawat seperti diberitakan Le Monde.

Namun, hal serupa juga telah dilakukan di Yunani. Dimana hanya orang yang telah divaksin atau terbukti negatif COVID-19, dapat memasuki ruang publik di Yunani seperti diberitakan Reuters.

Simak video 'Corona RI 15 Juli: Tambah 56.757 Kasus, 19.049 Sembuh':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya: Sejumlah negara Eropa kembali memberlakukan pengetatan

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA