Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 17 Jul 2021 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Bukan Mitos! Babirusa Terekam di Pulau Buru

Femi Diah
detikTravel
babirusa Maluku
Babirusa Maluku (Instagram KemenLHK)
Pulau Buru -

Babirusa, yang selama ini cuma terekam jejaknya, ternyata betul-betul eksis. Kamera jebak milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berhasil menangkap penampakan utuh babirusa Maluku (Babyrousa babyrussa).

Merujuk akun Instagram Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sabtu (17/7/2021), babirusa Maluku itu tertangkap kamera di di kawasan Suaka Alam Masbait, Pulau Buru, Maluku. Itu merupakan bukti pertama penemuan atas survei intensif yang dilakukan sejak tahun 1995.

Ya, sejak survei intensif yang dilakukan pada tahun 1995 belum pernah ditemukan babirusa secara langsung, kecuali jejaknya. Pada tahun 1997 ditemukan tengkorak babirusa dari seorang pemburu di sekitar Gunung Kapalat Mada, Pulau Buru. Sehingga terkonfirmasi bahwa Pulau Buru sebagai salah satu habitat babirusa.

[Gambas:Instagram]



Balai KSDA Maluku tahun 2011 sampai 2013 pernah bikin survei intensif di kawasan konservasi, tetapi belum mendapatkan bukti perjumpaan secara langsung. Makanya, di periode itu keberadaan babirusa di Pulau Buru masih dianggap sebagai mitos.

Temuan tengkorak dan tulang belulang babirusa di kawasan Suaka Alam Masbait pada November 2019 menjadi momentum pencarian bukti langsung keberadaan babirusa.

Upaya tersebut mendapat dukungan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati - Ditjen KSDAE melalui Project EPASS (Enhancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation) tahun 2020. Saat itu, dihibahkan peralatan survei berupa 20 buah kamera jebak dan 1 buah GPS kepada Balai KSDA Maluku.

Upaya BKSDA Maluku akhirnya membuahkan hasil pada 2021. Dari 10 kamera jebak hanya satu kamera yang tidak merekam keberadaan babirusa.

Kamera jebak ini dipasang sejak April sampai Juni 2021 pada tujuh lokasi yang merupakan area lintasan satwa, yaitu pada areal berkubang/bermain satwa, saltlicks (tempat menggaram) ataupun mencari pakan.

Kepala Balai KSDA Maluku, Danny H Pattipeilohy, menyatakan akan meningkatkan patroli pengamanan, penyadartahuan masyarakat serta survei pakan/habitat. Selain itu, akan dilaksanakan survei monitoring dengan memasang kamera trap di habitat babirusa lainnya seperti di Pulau Mangole dan Pulau Taliabu.



Simak Video "Pelaku Diduga Aniaya Satwa Langka Simpai di Sumbar Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA