Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 26 Jul 2021 20:02 WIB

TRAVEL NEWS

Jamaah Umroh RI Harus Karantina di Negara Ketiga Sebelum Masuk Saudi

bonauli
detikTravel
A Saudi police woman, left, who is recently deployed to the service, at top left, stands alert in front of the Al-Safa mountain, as pilgrims pray at the Grand Mosque, at the Grand Mosque, a day before the annual hajj pilgrimage, Saturday, July 17, 2021. The pilgrimage to Mecca required once in a lifetime of every Muslim who can afford it and is physically able to make it, used to draw more than 2 million people. But for a second straight year it has been curtailed due to the coronavirus with only vaccinated people in Saudi Arabia able to participate. (AP Photo/Amr Nabil)
Ilustrasi Makkah (AP/Amr Nabil)
Jakarta -

Kepastian jamaah asal Indonesia bisa kembali umroh memang sedang ditunggu-tunggu. Arab Saudi akhirnya yakin untuk buka pintu untuk jamaah internasional.

Dilihat dari akun Twitter Haramain Sharifain @hsharifain, Pemerintah Arab Saudi resmi mengeluarkan pernyataan soal umroh.

"Berita terbaru, umroh internasional akan kembali dilakukan pada 1 Muharram 1443," cuitnya.

Pembukaan kegiatan umroh internasional dibarengi dengan sejumlah kabar pahit untuk beberapa negara, termasuk Indonesia. Arab Saudi menjelaskan bahwa ada 9 negara masih ditangguhkan untuk masuk ke sana.

"Semua negara diizinkan mengoperasikan penerbangan langsung ke Arab Saudi kecuali dari sembilan negara yakni India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon yang diwajibkan melakukan karantina selama 14 hari di negara ketiga sebelum memasuki Arab Saudi," tulis pernyataan itu.

Selain itu, ada kewajiban vaksin teruntuk pendatang yang akan tiba. Otoritas Negeri Raja Salman itu menyatakan bahwa ada kriteria vaksin tertentu yang akan diizinkan.

"Wajib telah mendapatkan dua dosis penuh vaksin Covid-19 besutan Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson," tulis pengumuman itu lagi.

Wasekjen AMPHURI dengan satgas covid di bandaraWasekjen AMPHURI dengan satgas covid di bandara saat pulang dari umroh tahun lalu (Rizky Sembada/AMPHURI)

"Selain itu, untuk yang mendapatkan dosis penuh vaksin China (Sinovac atau Sinopharm) diwajibkan menambah suntikan booster dari vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Johnson & Johnson."

Lebih lanjut, pihak Arab Saudi menegaskan bahwa untuk ibadah umrah harus dikoordinir melalui agen-agen perjalanan yang telah mendapatkan akreditasi dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

detikTravel menghubungi Wasekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Rizky Sembada terkait hal ini.

"Sementara ini dari Indonesia, jika ingin berangkat umrah tidak bisa menggunakan penerbangan langsung menuju Arab Saudi. Harus transit di negara ketiga selama 14 hari," ucapnya.

Rizky menjelaskan bahwa negara ketiga yang dimaksud adalah negara yang boleh memasuki Arab Saudi dengan penerbangan langsung.



Simak Video "Menlu Arab Saudi Datang Kantor Menlu AS, Bahas Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA