Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 26 Jul 2021 22:03 WIB

TRAVEL NEWS

Umroh Lewat Negara Ketiga, Ini Tantangan Baru Indonesia

bonauli
detikTravel
Saudi police woman, Bashair, left, adjusts the veil of her colleague Alaa, as they recently deployed to the service at the Grand Mosque, during the annual hajj pilgrimage, in the Saudi Arabias holy city of Mecca, Tuesday, July 20, 2021. (AP Photo/Amr Nabil)
Makkah dijaga polisi (AP/Amr Nabil)
Jakarta -

Arab Saudi akan membuka pintu umroh untuk jamaah internasional. Masih ditangguhkan, Indonesia punya beberapa masalah yang harus diselesaikan.

"Semua negara diizinkan mengoperasikan penerbangan langsung ke Arab Saudi kecuali dari sembilan negara yakni India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon yang diwajibkan melakukan karantina selama 14 hari di negara ketiga sebelum memasuki Arab Saudi," itulah kabar bahagia dari Arab Saudi lewat akun Twitter Haramain Sharifain.

Wasekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Rizky Sembada menjelaskan bahwa jamaah dari Indonesia bisa umroh lewat negara ketiga.

"Negara ketiga yang dimaksud adalah negara yang boleh memasuki Arab Saudi dengan penerbangan langsung," ujarnya.

Kesimpulan ini tak serta merta membebaskan keinginan untuk umroh. Karena ada beberapa hal masih harus dipikirkan oleh agen umroh Indonesia.

"Negara mana yang mau menampung transit dari Indonesia," jelasnya.

Seperti yang kita ketahui, banyak negara yang mulai tutup pintu untuk Indonesia. Tingginya kasus kematian harian Covid-19 membuat Indonesia masuk daftar hitam banyak negara.

"Kemudian besaran biaya karantina di negara transit," lanjutnya.

Biaya karantina bukanlah masalah kecil. Penggunaan fasilitas, keamanan dan biaya makan menjadi hal yang harus diperhitungkan jamaah Indonesia jika akan berangkat umroh lewat negara ketiga.

"Tambah lagi masalah vaksin," tambah Rizky.

Otoritas Negeri Raja Salman itu menyatakan bahwa ada kriteria vaksin tertentu yang akan diizinkan. Jamaah wajib mendapatkan dua dosis penuh vaksin Covid-19 besutan Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson.

Selain itu, untuk jamaah yang mendapatkan dosis penuh vaksin China (Sinovac atau Sinopharm) diwajibkan menambah suntikan booster dari vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Johnson & Johnson.

"Selanjutnya adalah waktu umroh yang makin lama di masa pandemi karena rentan risiko dan biaya yang dipastikan minimal bisa 3 kali lipat dari biaya normal," tutur Rizky.



Simak Video "Arab Saudi Amankan 147 Orang Jemaah Haji Ilegal"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA