Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 30 Jul 2021 11:45 WIB

TRAVEL NEWS

Curhatan Pemilik Andong Saat PPKM Level

Eko Susanto 
detikTravel
Pemilik andong di Magelang
Foto: (Eko Susanto/detikcom)

Menurutnya, untuk bantuan sembako bagi kusir pernah ada kerja sama. Kemudian kesehatan kuda pernah kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Untuk itu, mendapatkan cara perawatan kudu.

"Sementara ini, kita belum kasih solusi kepada temen-temen. Kalau untuk bantuan sembako pernah kita kerjasamakan juga. Kalau sembako umum dari pemerintah, dari TWC dan itu kita usahakan juga. Kalau untuk kesehatan kuda, kita kemarin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Kita dibantu obat-obat yang harganya lebih murah. Kita diajari nyuntik sendiri. Jadi perawatan kuda. Kalau yang lain sementara ini urip dewe-dewe ini," kata dia.

Aktivitas kusir andong saat ini, katanya, ada yang bertani, kemudian ngetem di samping Kantor Pemkab Magelang. Bahkan ada yang mbarang atau membawa kuda dan andong menuju desa-desa maupun kota lain yang ramai.

"Ya ada yang bertani, ada yang kadang nongkrong di samping kantor kabupaten. Ya teko nggolek-nggolek. Terus ada yang kalau minggu di makam Giriloyo Kota Magelang. Pokoknya mbarang. Barang itu bawa mobil kuda dan andong diangkut, terus nanti ada keramaian dimana dia datang. Mencari daerah yang deso-deso. Purworejo, Kebumen. Ada yang kayak gitu. Cari yang pasaran. Pokoknya kusir itu jadi sopir dan nanti disana diturunkan, dipasang untuk muter-muter," ujarnya.

Sementara itu, salah satu kusir andong, Bari mengaku, sudah libur dua tahun menjadi kusir andong. Sebelum pandemi dan saat liburan, sehari bisa menarik 5 sampai 6 kali, bahkan hingga 10 kali.

"Wah udah lama (libur), ini hampir dua tahun. Nggak tentu (penghasilan), kalau liburan bisa 5, 6 narik, 5 tiket, 6 tiket sampai 10 pas liburan. Kalau hari-hari biasa ya cuman 3, 4 tiket," katanya.

Aktivitas yang dilakukan sekarang, katanya, libur membawa andong dan hanya merawat kudanya. Kemudian karena tidak ada pemasukan, menu makan katulnya dikurangi.

"Cuma merawat kuda. Iya katulnya dikurangi, sama singkongnya. Kalau buat kerja harus banyak makannya biar kenyang," tuturnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA