Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 30 Jul 2021 19:03 WIB

TRAVEL NEWS

KJRI: Umroh dari Negara Ketiga Boleh Kok, tapi Tanggung Sendiri Ya

bonauli
detikTravel
A Saudi police woman, left, who is recently deployed to the service, at top left, stands alert in front of the Al-Safa mountain, as pilgrims pray at the Grand Mosque, at the Grand Mosque, a day before the annual hajj pilgrimage, Saturday, July 17, 2021. The pilgrimage to Mecca required once in a lifetime of every Muslim who can afford it and is physically able to make it, used to draw more than 2 million people. But for a second straight year it has been curtailed due to the coronavirus with only vaccinated people in Saudi Arabia able to participate. (AP Photo/Amr Nabil)
Ilustrasi haji (AP/Amr Nabil)
Jakarta -

Ibadah umroh masih menjadi topik panas di Indonesia. Adanya batasan yang dilakukan oleh Arab Saudi membuat opsi umroh dari negara ketiga jadi pilihan.

Umroh dari negara ketiga adalah perjalanan dengan transit ke negara lain yang masih memiliki penerbangan langsung ke Arab Saudi. Meski jadi pilihan, namun KJRI Jeddah meminta agar jamaah bisa sabar dan menunda umroh.

Kegiatan beribadah kok dilarang? Rasanya pertanyaan ini kerap muncul jika terus dikaitkan. Kritik pun dilemparkan ke KJRI Jeddah, yang mana dianggap sebagai wakil Indonesia di sana.

"Bukan melarang beribadah tapi menyarankan. Silakan saja kalau mau lewat negara ketiga," kata Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Eko Hartono.

Eko menjelaskan bahwa meski jadi pilihan, namun umroh dari negara ketiga sungguh menyulitkan. Berkaca dari umroh lalu, KJRI menceritakan sulitnya umroh di tengah pandemi.

"Kemarin itu periode Desember 2020 -Februari 2021 ada sekitar 1.680an jamaah dan 100 lebih orang positif. Kan kasihan, enggak bisa langsung umroh, harus karantina," ujarnya.

Jika positif, maka jamaah harus karantina selama 10 hari. Ini jelas mengurangi jatah ibadah.

"Tidak ada jaminan yang udah vaksin sehat terus. Sebelum terbang ke Arab Saudi, tidak ada jaminan ada tidak positif. Karena Anda ketemu orang di bandara, di hotel, ini tidak bisa menjamin selalu negatif," dia mengungkapkan.

Arab Saudi memang tidak melarang umroh dari negara ketiga. Namun Arab Saudi jelas memberi batasan masuknya orang-orang non warga Arab Saudi ke sana. Kebijakan ini semata-mata untuk menekan adanya peningkatan kasus varian delta di Arab Saudi.

Kemarin, Arab Saudi mencatat 1.334 kasus baru dengan 11 kematian. Saat ini negeri dengan 30 juta penduduk itu mencatat ada 11/380 kasus aktif.

Saat ini, negeri itu mencatat ada total 522.108 kasus Covid-19 terjadi di negara itu sejak pandemic masuk di 2020. Total kematian sudah menembus 8.200 orang.

Saat ini, infeksi harian di Arab Saudi cukup terkendali. Turun dari puncak di atas 4.000 pada Juni 2020 menjadi di bawah angka 100 sejak Januari 2021.

"Kalau mau umroh boleh, monggo silakan. Tapi kalau ditolak masuk ke Arab Saudi karena negatif jangan mengeluh ke KJRI. Karena harus mengikuti semua protokol. Kalau mau ya monggo," tutur Eko kepada detikTravel.



Simak Video "Arab Saudi Amankan 147 Orang Jemaah Haji Ilegal"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA