Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 03 Agu 2021 16:47 WIB

TRAVEL NEWS

Pusat Oleh-oleh Kudus Mulai Rumahkan Pekerja, Pabrik Rokok Naik Produksinya

Dian Utoro Aji
detikTravel
Suasana hari terakhir imbauan di rumah saja, Kudus, Rabu (9/6/20210).
Ilustrasi, pusat oleh-oleh di Kudus (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mencatat ada satu pusat oleh-oleh khas Kudus yang terdampak PPKM Darurat atau yang kini disebut Level 4. Akibatnya puluhan karyawan dirumahkan.

"Yang dirumahkan itu hanya Mubarook Food (pusat jenang khas Kudus)," kata Kabid Hubungan Industri dan Perselisihan Tenaga Kerja, Agus Juanto kepada wartawan ditemui di kantor Disnaker Kudus, Selasa (3/8/2021).

Agus mengatakan pusat oleh jenang khas Kudus itu sebelum ada PPKM Level 4 kondisinya sudah membaik. Namun ketika ada PPKM berdampak pada produksi. Produksi sementara distop karena adanya pembatasan masyarakat tersebut.

"Kemarin sudah baik, terus ini (ada PPKM Level 4) gitu (terdampak) lagi. Kemarin 17 karyawan dirumahkan, kemudian ada 77 karyawan yang dirumahkan. Itu bagian produksi," ungkap Agus.

"Yang bagian produksi off (sementara tidak produksi) dulu gitu. Kalau ini produksi kembali buka, karyawan yang dirumahkan akan dipanggil lagi," lanjutnya.

Menurutnya karyawan yang dirumahkan tetap mendapatkan uang tunggu. Disebutkan jika perusahaan kembali normal, karyawan yang dirumahkan pun bisa kembali bekerja lagi.

"Dirumahkan itu sementara, prei (libur) dulu gitu sementara. Dapat uang tunggu. Nanti bisa dikembalikan (bekerja) lagi," jelas Agus.

Pabrik rokok tetap jaya

Agus menjelaskan sedangkan sektor perusahaan lain tidak terdampak adanya PPKM Level 4. Disebutkan hingga kini belum ada laporan PHK karena dampak PPKM Level 4.

Bahkan disebutkan seperti perusahaan rokok malah berkembang. Menurutnya perusahaan rokok di Kudus tetap produksi dengan prokes ketat selama PPKM Level 4.

"Karena rokok ini malahan eksis, PPKM awal itu di rumah rokoknya malah tambah naik. Kan perusahaan (rokok) 50 persen WFH artinya kan gantian. WFH itu ada laporan. Kemarin seperti Djarum gantian masuk," jelasnya.

"Terkait jumlah buruh seperti di Djarum (perusahaan rokok ternama di Kudus) sudah 53 ribu karyawan di Kudus. Nojorono dan Sukun masing-masing 4 ribu karyawan. Belum lagi perusahaan yang kecil-kecil," sambung dia.

Terpisah Bupati Kudus, HM Hartopo, mengatakan untuk wisata masih ditutup meski Kudus sudah menjadi PPKM Level 3.

"Untuk wisata masih tutup, karena itu kebijakan dari pusat, karena kita sendiri tidak bisa membuat kebijakan sendiri. Kalau kebijakan daerah kita evaluasi," kata Hartopo kepada wartawan ditemui di Disnaker Kudus siang ini.



Simak Video "Ada Info soal Pemotongan Dana Kesehatan, RSUD Kudus Buka Suara"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA