Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 04 Agu 2021 15:17 WIB

TRAVEL NEWS

Apes! WN Australia yang Terdampar di Luar Negeri Jadi Incaran Penipu

Opera house Australia
Foto: Ilustrasi Australia (CNN)
Sydney -

Ribuan orang Australia masih terdampar di luar negeri dan tidak bisa pulang. Sudah begitu, mereka jadi sasaran empuk para penipu. Bagaimana kisahnya?

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitulah kira-kira nasib WN Australia yang berada di luar negeri. Mereka terdampar dan tidak bisa pulang. Di tengah rasa putus asa ingin pulang, banyak dari mereka yang jadi sasaran penipuan.

Modusnya adalah dengan menawarkan penerbangan repatriasi pulang ke Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). Oknum yang mengaku dari DFAT akan menghubungi lewat telepon menawarkan penerbangan pulang dan meminta informasi kartu kredit. Setelah itu, mereka akan menguras isi kartu kredit traveler.

Pihak DFAT sendiri sudah membantah ada oknum yang terlibat. Mereka menekankan bahwa tidak pernah memungut bayaran terkait penerbangan repatriasi ke Australia.

"DFAT tidak pernah meminta bayaran melalui telepon. Jika kamu menerima telepon dari seseorang yang mengklaim dari DFAT dan meminta bayaran, tutup saja teleponnya," demikian pernyataan DFAT, dikutip dari Sydney Morning Herald, Rabu (4/8/2021).

Hingga saat ini, total ada lebih dari 34.000 WN Australia yang terdampar di luar negeri dan tidak bisa pulang. Beberapa alasannya karena keterbatasan hotel karantina serta mahalnya tiket penerbangan pulang ke Australia.

Sebagai contoh, untuk tiket pesawat kelas ekonomi dari London ke Sydney harganya bisa melambung hingga AU$ 13.000 atau setara Rp 137 jutaan. Mahalnya tiket itu karena sekarang maskapai berkapasitas 300 orang hanya boleh mengangkut 30 penumpang.

Keterbatasan armada pesawat juga jadi alasan mengapa banyak WN Australia terdampar di luar negeri. Maskapai asal Australia, Qantas saat ini tidak ada yang terbang reguler melayani rute internasional.

Sementara itu, pemerintah Australia juga dikritik terkait hal ini. Mereka dikritik karena memperbolehkan warga Australia untuk terbang ke luar negeri, sedangkan bagi yang ingin masuk ke Australia harus menunggu sampai berbulan-bulan lamanya baru diizinkan pulang.



Simak Video "Penemuan Balita yang Tersesat di Hutan Australia Selama 3 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA