Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 02 Agu 2021 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Warganya di RI Ngebet Mudik, Australia Siapkan Repatriasi

Tim detikcom
detikTravel
Sydney, Australia - May 5, 2014: Qantas Boeing 767 airliner taking off from Sydney Airport.
Ilustrasi Qantas (Getty Images/Ryan Fletcher)
Jakarta -

Otoritas Australia berencana memulangkan warganya yang berada di Indonesia saat pandemi virus Corona merajalela. Setidaknya ada 800 orang.

Dikutip dari The Australian Financial Review, Senin (2/8/2021), ratusan warga Australia yang ada di Indonesia berencana pulang kampung. Tapi, saat ini tidak ada penerbangan komersial yang beroperasi dari Bali menuju Australia.

Satu penerbangan langsung mingguan yang tersisa untuk rute Jakarta-Australia sudah penuh di-booking hingga akhir tahun. Opsi transit di Singapura juga tidak memungkinkan setelah pemerintah negeri singa itu melarang masuk penumpang transit yang terbang dari Indonesia.

Warga Australia yang ada di Indonesia dan ingin pulang itu setidaknya berjumlah sekitar 800 orang. Mereka pun meminta bantuan pemerintahan Perdana Menteri (PM) Scott Morrison agar dipulangkan.

PM Morrison merespons positif. Rencananya, mereka bakal dipulangkan dari Bali dan diterbangkan pada 18 Agustus. Pemulangan ke Australia itu dengan penerbangan tujuan Darwin.

"Penerbangan direncanakan berangkat dari Denpasar pada 18 Agustus, masih membutuhkan persetujuan akhir," kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT).

"Kami terus mengeksplorasi opsi-opsi bagi warga Australia untuk kembali," dia menambahkan.

DFAT menyebut tengah bernegosiasi dengan maskapai Australia, Qantas untuk repatriasi itu.

"Kami bekerja sama dengan Qantas dalam opsi penerbangan komersial yang difasilitasi buat warga Australia yang rentan untuk meninggalkan Indonesia," ujar juru bicara tersebut.

"Sekitar 780 warga Australia (termasuk warga negara dan permanent resident) di Indonesia saat ini terdaftar dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan ingin kembali dan sekitar 350 orang di antaranya dianggap rentan. Jumlah warga Australia yang terdaftar sering berubah menurut kondisi orang-orang," kata dia lagi.



Simak Video "Jubir Kemenkes Bicara soal Denda Tolak Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA