Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 06 Agu 2021 11:40 WIB

TRAVEL NEWS

Curhat Pokdarwis Ciamis: Susah Payah Dihajar Pandemi

Pengunjung bermain di Sungai Cireong, Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021). Para pengunjung mengisi libur Isra Miraj dengan mengunjungi wisata alam Cireong yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Karang Taruna setempat, yang menyuguhkan daya tarik air sungai yang masih jernih dari kaki Gunung Sawal dan hamparan bebatuan besar. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/aww.
Foto: Wisata Ciamis (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)
Ciamis -

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Ciamis mengeluarkan keluh kesah dalam menghadapi pandemi COVID-19. Mereka mengaku susah payah dihantam pandemi.

Pandemi COVID-19 dan penerapan PPKM sangat berdampak pada sektor pariwisata. Seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang harus bersusah payah dalam menjaga dan merawat sejumlah obyek desa wisata tapi tidak ada pemasukan.

Ketua Pokdarwis Kabupaten Ciamis Eko Andrianto menyatakan wisata di Kabupaten Ciamis yang umumnya desa wisata kondisinya hancur. Terutama saat penerapan PPKM kembali dilaksanakan yang membuat tempat wisata harus tutup total.

"Sejak PPKM, wisata ditutup sehingga penghasilan tidak ada. Para pengelola, penggiat wisata dan UMKM yang menggantungkan hidupnya di wisata ini sangat terdampak. Mereka menganggur, pasrah. Karena pekerjaan lain pun sekarang sulit," ujarnya, Kamis (5/8/2021).

Eko mengatakan Pokdarwis Kabupaten sebagai fasilitator dengan Pokdarwis desa mengaku bingung untuk membantu. Sebab, sejauh ini dari instansi terkait dan pemerintah tidak ada bantuan atau pengganti.

Ditambah lagi saat ini sejumlah desa wisata di Kabupaten Ciamis tengah mengikuti even Anugerah Desa Wisata 2021 dari Kementerian Pariwisata. Meski kondisi terdampak dan tidak ada penghasilan, para pengelola wisata di Ciamis tetap bersusah payah menjaga dan melakukan perawatan.

"Banyak desa sekarang sedang berupaya agar bisa mengharumkan Kabupaten Ciamis dari desa wisata, itu karena mereka peduli. Tapi sejak pandemi dan PPKM yang terus diperpanjang, pendapatan itu tidak ada karena tutup. Jadi kerugiannya memang besar," jelasnya.

Saat ini ada 46 desa wisata rintisan yang sudah aktif berjalan sejak tahun 2019. Semua mengandalkan pendapatan dari pengunjung dan event.

"Semoga setelah tanggal 9 Agustus 2021, PPKM berakhir atau tempat wisata bisa diizinkan buka kembali. Meskipun harus dengan batasan dan protokol kesehatan, kami siap. Yang terpenting bisa buka dan pengunjung boleh datang," jelasnya.



Simak Video "Sensasi Berenang di Wisata Leuwi Pamipiran Ciamis"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA