Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 10 Agu 2021 20:40 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Si Dewi Sintal, Program Promosi Desa Wisata Selama PPKM

Program promosi Si Dewa Sintal
Si Dewi Sintal (Dok. Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul)
Gunungkidul -

Desa Wisata disebut-sebut jadi primadona pariwisata masa depan Indonesia pasca pandemi COVID-19. Inilah program Si Dewi Sintal untuk Desa Wisata selama PPKM.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan, bahwa kebijakan penutupan tempat wisata membuat aktivitas wisata khususnya di Desa Wisata menjadi terhenti sementara. Karena itu, peran digital saat ini penting diterapkan oleh pengelola Desa Wisata untuk memudahkan menjalankan serangkaian pelayanan.

"Jadi pengelola Desa Wisata harus punya kecakapan dasar untuk menggunakan berbagai media digital sebelum menerapkannya," katanya kepada wartawan di Kabupaten Gunungkidul, Selasa (10/8/2021).

Oleh sebab itu, Dispar Gunungkidul meninisiasi program inovatif sinergi desa wisata promosi melalui media digital atau yang disebut Si Dewi Sintal. Program tersebut untuk peningkakatan promosi dan informasi Desa Wisata di Kabupaten Gunungkidul.

Program promosi Si Dewa SintalProgram promosi Si Dewa Sintal Foto: (Dok. Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul)

"Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata dalam memanfaatkan media sosial, digital dan website untuk keperluan promosi dan informasi," ujarnya.

Pasalnya, digitalisasi Desa Wisata dapat diterapkan pada pemanfaatan media sosial untuk promosi, edukasi dan informasi. Seperti halnya membuat konten menarik berupa poster, foto maupun video lalu membuat webinar atau digital tourism di kawasan desa wisata.

Selain itu bisa juga dengan membuat sistem reservasi online dan pendataan wisatawan, pemasaran produk desa wisata secara digital dengan menerapkan transaksi non tunai atau cashless.

"Diharapkan desa wisata mempunyai akun media sosial yang kuat dan mantab serta melakukan kegiatan promosi secara mandiri. Selain itu program ini bertujuan untuk membuat sinergi promosi antar desa wisata maupun dengan Dinas Pariwisata," ucapnya.

Program promosi Si Dewa SintalProgram promosi Si Dewa Sintal Foto: (Dok. Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul)

Sementara itu, Kabid Pemasaran dan Bina Usaha Ekraf Dispar Gunungkidul Yuni Hartini menambahkan, dia optimis pandemi COVID-19 akan segera berlalu dan kunjungan wisata termasuk di Desa Wisata akan bergairah kembali. Untuk itu promosi Desa Wisata harus terus dilakukan.

"Promosi dan penyebaran informasi harus tetap dilakukan untuk memperkuat citra Desa Wisata di Gunungkidul, dan mempersiapkan ledakan kunjungan pasca pandemi," katanya.

Secara rinci, pelaksana program Si Dewi Sintal Purnomo Sumardamto mengatakan, bahwa
pada tahap awal ini sasaran pihaknya adalah 12 Desa Wisata yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Gunungkdiul. Keduabelas Desa Wisata itu adalah Desa Wisata Girisuko, Mulo, Pampang, Kampung, Putat, Ngalang, Beji, Nglanggeran, Pacarejo, Ngestirejo, Bleberan dan Umbulrejo.

"Jadi implementasi program berwujud pelatihan dan pendampingan kepada pengelola desa wisata khususnya admin media sosial bagaimana mengelola media sosial yang baik dan membuat konten yang menarik," katanya.

"Nah, untuk pelatihan dan pendampingan dilaksanakan pada tanggal 6-13 Agustus 2021 di masing desa wisata. Selanjutnya impelentasi dan monitoring akan dilaksanakan sampai akhir bulan Agustus 2021," lanjut pria yang juga Kasi Promosi dan Informasi Dispar Gunungkidul ini.

Ketua Forkom Desa Wisata Agung Nugroho menyambut baik dan mendukung program Si Dewi Sintal. Karena dia optimis pasca pandemi tingkat kunjungan di Gunungkidul akan tinggi termasuk di destinasi Desa Wisata.

"Semoga program ini memberi motivasi pengelola desa wisata untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam melakukan sinergi promosi bersama," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Menparekraf RI Sandiaga Uno mengatakan, bahwa di era pandemi ini harus mengubah pola hidup menjadi lebih bersih. Dia juga menyebut desa wisata merupakan masa depan pariwisata Indonesia.

"Tren pariwisata Indonesia kini sudah terlihat bahwa desa wisata adalah masa depan pariwisata Indonesia dan simbol kebangkitan ekonomi kita," kata Sandiaga, Jumat (16/8/2021).

Menurutnya, desa wisata akan membuka lapangan kerja yang luas. Sehingga nantinya bisa membangkitkan ekonomi di masa pandemi COVID-19.

"Kita akan all out di Kemenparekraf untuk mendorong pariwisata, karena kami yakin ini akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya yang akan berpihak kepada masyarakat menengah ke bawah yang membutuhkan manfaat ekonomi yang sekarang betul-betul diperlukan di tengah pandemi," ujarnya.



Simak Video "Wabah Antraks Merebak di Gunungkidul, Puluhan Warga Diduga Tertular"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA