Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 16 Agu 2021 12:05 WIB

TRAVEL NEWS

5 Bangunan Bersejarah Ini Jadi Saksi Bisu Kemerdekaan RI

Inkana Putri
detikTravel
Bangunan bersejarah di RI
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Kemerdekaan Indonesia tentunya tak lepas dari jasa-jasa para pahlawan. Pasalnya, mereka rela mempertaruhkan jiwa dan raga demi mempertahankan kemerdekaan.

Bahkan, berbagai tempat pun juga menjadi saksi bisu perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan dari penjajah. Hingga kini, beberapa bangunan tersebut juga menjadi destinasi wisata sejarah #DiIndonesiaAja untuk mengenang jasa pahlawan. Menjelang HUT RI ke-76, yuk intip 5 bangunan bersejarah di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia yang dilansir dari berbagai sumber berikut ini.

Benteng Vredeburg, Yogyakarta

benteng vredeburg, yogyakartaBenteng Vredeburg, Yogyakarta Foto: (Fabian Januarius Kuwado/dTraveler)

Yogyakarta memang terkenal dengan bangunan bersejarah, salah satunya Benteng Vredeburg. Benteng ini dibangun tahun 1760 atas permintaan Sri Sultan Hamengku Buwono I dan pemerintah Belanda. Meski awalnya dibangun untuk menjaga keamanan keraton, Vredeburg justru digunakan untuk mempermudah Belanda mengawasi kegiatan di keraton.

Pembangunan awal benteng pun dulunya masih sederhana, hanya tembok dari tanah dengan tiang kayu dan atap ilalang. Selanjutnya, Belanda membangun benteng menjadi lebih permanen dan mengganti namanya menjadi 'Vredeburg', sebagai bentuk simbolis perdamaian Belanda dan keraton. Walaupun status kepemilikan tanah Vredeburg milik keraton, ternyata penguasaan benteng ini sempat berpindah tangan ke pemerintahan Belanda, Inggris, hingga Jepang. Usai proklamasi, Vredeburg kembali diambil alih oleh Indonesia.

Selain terkenal dengan bangunan bersejarah, Yogyakarta juga memiliki tokoh pahlawan yang berperan besar dalam sejarah, yakni Ki Hajar Dewantara. Dalam melawan penjajahan Belanda, ia menggunakan karya tulisnya untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Belanda. Ia juga mensosialisasikan persatuan bangsa ke masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa. Tak hanya itu, Yogyakarta juga punya kerajinan lokal yang dikemas dalam bentuk pakaian cantik, seperti koleksi dari Shiroshima dan Manungs.

Lawang Sewu, Jawa Tengah

Lawang SewuLawang Sewu Foto: Alifah Melinda/d'traveler

Warga Semarang tentunya sudah tak asing lagi dengan bangunan bersejarah ini. Dulunya, Lawang Sewu merupakan kantor milik Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api swasta asal Belanda. Namun, loteng dan ruang bawah tanah Lawang Sewu berfungsi sebagai penjara. Bahkan, saat Indonesia dijajah Jepang kedua ruangan tersebut menjadi penjara terkejam bagi orang Belanda.

Lawang Sewu juga pernah menjadi tempat pertempuran antara Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) dan pasukan Kidobutai dan Kempetai pada peristiwa 5 Hari di Semarang tahun 1945. Tak heran hingga kini Lawang Sewu menjadi salah satu wisata bersejarah populer di Jawa Tengah.

Soal pahlawan, Jawa Tengah juga punya pahlawan sekaligus panglima pertama Indonesia yakni, Soedirman. Ia berjasa dalam melawan Belanda melalui strategi perang gerilyanya. Bahkan, di masa revolusi kemerdekaan RI, Soedirman berhasil melucuti senjata Jepang. Selain menyimpan momen bersejarah, Jawa Tengah juga memiliki ragam kerajinan tangan lokal yang unik seperti anyaman dari eceng gondok karya Bengok Craft.

Monumen Margarana, Bali

Bangunan bersejarah di RIMonumen Margarana, Bali Foto: Shutterstock

Monumen Margarana merupakan salah satu tempat bersejarah di Bali. Monumen ini menjadi penanda peristiwa 'Puputan Margarana', perang besar masyarakat Bali melawan Pemerintahan Sipil Hindia Belanda (NICA). Di tempat ini, terdapat 1.372 tugu pahlawan yang menggambarkan jumlah pejuang yang gugur selama memperjuangkan kemerdekaan RI di Bali. Ada juga Candi Pahlawan Margarana yang berisi surat I Gusti Ngurah Rai untuk pihak Belanda.

I Gusti Ngurah Rai memang menjadi sosok penting dalam melawan pasukan pemerintah sipil Belanda. Dalam perang Puputan Margarana, Ngurah Rai berjuang bersama pasukannya hingga akhirnya gugur dalam peperangan. Kini, nama Ngurah Rai diabadikan menjadi nama bandara di Bali. Selain itu, Bali juga menyimpan beragam kesenian yang dihadirkan lewat beragam karya, termasuk kerajinan tangan seperti milik Maharani Craft dan Talu.

Tugu Proklamasi, Riau

Banyak yang tak tahu bahwa dulunya Kepulauan Riau bukan merupakan salah satu wilayah Indonesia. Sebab, dulunya sebagian masyarakat Riau ingin bergabung dengan Singapura yang dulunya dijajah oleh Inggris. Pada tahun 1949, Riau pun akhirnya bergabung dengan Indonesia dan mendapat dukungan dari Soekarno. Tugu Proklamasi ini pun menjadi saksi bisu pengibaran bendera merah putih dan pembacaan teks Proklamasi dilakukan.

Sejarah kemerdekaan di Riau mungkin tak sepopuler wilayah lainnya. Padahal, ada banyak tokoh asal Riau di balik kemerdekaan Indonesia. Salah satunya Sultan Mahmud Riayat Syah yang gigih berjuang melawan Belanda lewat perang gerilya laut. Bahkan, dirinya juga menjadi pemimpin bangsa Melayu dalam melawan kolonialisme.

Rumah Pengasingan Bung Karno, Bangka Belitung

Rumah Pengasingan Bung Karno, Bangka BelitungRumah Pengasingan Bung Karno, Bangka Belitung Foto: Sastri/detikTravel

Selain di Kota Ende Bengkulu, Soekarno juga sempat diasingkan di Pulau Bangka pada masa revolusi kemerdekaan. Saat itu, Soekarno dianggap menjadi penghalang Belanda untuk kembali menguasai Indonesia. Untuk itu, Soekarno bersama tokoh lainnya diasingkan ke Bangka. Di pulau inilah, mereka kembali memperjuangan kemerdekaan Indonesia.

Selain menjadi tempat pengasingan Soekarno, Bangka juga menjadi saksi perjuangan Depati Amir memperjuangkan tambang timah agar lepas dari kekuasaan Belanda. Dulunya, Belanda mulai membuat parit tambang timah dan mengeruk timah tanpa memenuhi kewajibannya membayar hasil tambangnya. Akhirnya, bersama masyarakat dan pemimpin lokal, dirinya pun melawan Belanda dan memperjuangkan tambang timah di Indonesia.

Nah, itulah beberapa bangunan bersejarah di Indonesia yang menyimpan memori kemerdekaan Indonesia. Sebagai generasi penerus, sudah selayaknya untuk terus mendukung negeri ini menjadi #IndonesiaTangguhIndonesiaTumbuh.

Seperti perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah, inilah saatnya untuk berjuang bersama melawan COVID-19. Salah satunya dengan disiplin protokol kesehatan 6M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, serta menghindari makan bersama) saat harus beraktivitas di luar dan ikut program vaksinasi. Adapun hal tersebut juga menjadi upaya yang tengah digencarkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

"Dengan penekanan pada vaksinasi, juga 3M yang kemarin kita perjuangkan bersama, 3T, kita bisa menekan angka penularan COVID-19 ini. Jika pandemi ini terkendali dan kita bisa pulih kembali, sektor ekonomi kreatif akan segera bangkit dan segera pulih," pungkasnya.

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76, ikuti juga kompetisi #MelodiKemerdekaan yang berlangsung dari 27 Juli-20 Agustus 2021. Para pemenang juga akan mendapatkan uang tunai jutaan rupiah serta tak ketinggalan ucapan spesial hari kemerdekaan dari Presiden Joko Widodo. Ada juga hadiah merchandise eksklusif Wonderful Indonesia dan gift box dari Rumah Digital Indonesia. Follow juga Instagram @pesonaid_travel untuk tahu informasi lengkap tentang inspirasi kreatif dan destinasi pariwisata #DiIndonesiaAja.



Simak Video "Sandiaga Uno Yakin Kelak Indonesia Bisa Gelar Acara Seperti Coachella"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA