Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 19 Agu 2021 18:23 WIB

TRAVEL NEWS

Singapura Jebloskan Warga Inggris ke Penjara karena Ogah Pakai Masker

SINGAPORE, SINGAPORE - JUNE 06: People picnic on a breakwater at the Marina East Park on June 06, 2021 in Singapore. Facing a sudden spike in the number of locally transmitted COVID-19 infections, Singapore in May introduced new restrictions in a bid to avert widespread infections and also to prevent a full-blown lockdown, which would damage its recovering economy. The restrictions include a reduction in the cap on people who can gather to socialise from five to two. As a result, this phase of the pandemic has seen Singapore become populated with groups of two in public, a visual oddity in a city that is normally bustling with large groups of people who enjoy socialising outside in its tropical climate. (Photo by Feline Lim/Getty Images)
Singapura (Foto: Getty Images/Stringer)
Singapura -

Singapura menjebloskan warga Inggris ke penjara karena melanggar aturan tidak mau memakai masker. Ia dihukum hingga enam minggu.

Diberitakan CNN, sebuah pengadilan Singapura menghukum seorang pria Inggris pada hari Rabu. Diketahui bahwa ia berulang kali melanggar protokol Corona dengan menolak mengenakan masker saat berada di tempat umum.

Pria itu bernama Benjamin Glynn (40). Ia dinyatakan bersalah atas empat tuduhan yakni tak mau mengenakan masker di kereta pada bulan Mei dan saat hadir di pengadilan berikutnya pada bulan Juli, serta menyebabkan gangguan publik dan menggunakan kata-kata yang mengancam pegawai negeri.

Glynn sebelumnya menjalani penilaian psikiatris yang diperintahkan oleh hakim sebagai akibat dari perilakunya dan komentar di pengadilan.

Pada hari Rabu, ia meminta pengadilan untuk menjatuhkan apa yang dia sebut "biaya melanggar hukum". Ia juga meminta paspornya lagi agar dia bisa kembali ke Inggris untuk berkumpul bersama keluarganya, menurut media CNA.

Mengutip perkataan hakim yang memberi tahu Glynn bahwa ia benar-benar salah arah. Ia telah berkeyakinan bahwa akan dibebaskan dari hukum Singapura karena telah melanggar aturan mengenakan masker.

Glynn datang sendiri dalam panggilan pengadilan. Reuters telah mengirim pesan teks ke teleponnya tapi tidak mendapat jawaban pada hari Rabu.

Pusat bisnis Asia, Singapura, memang terkenal karena ketatnya penegakan aturan. Banyak traveler yang telah dipenjara dan didenda karena melanggar peraturan Covid-19.

Beberapa orang asing yang memiliki izin kerja akan dicabut segera setelah melanggar aturan.

Singapura jadi salah satu negara yang mampu menjaga wabah Corona tetap di bawah kendali. Sebagian besar dipengaruhi oleh faktor penegakan aturan atau tindakan yang ketat.

Pada bulan Februari, sebuah pengadilan Singapura menghukum seorang pria Inggris hingga dua minggu ke dalam penjara. Diketahui bahwa ia menyelinap keluar dari kamar hotel untuk bertemu dengan tunangan saat menjalani masa karantina.



Simak Video "Covid-19 Menggila, Singapura Alami Krisis Nakes"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA