Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 23 Agu 2021 08:11 WIB

TRAVEL NEWS

Kafe Tokyo Ini Punya Pegawai Robot yang Dioperasikan dari Jarak Jauh

Kafe Robot Tokyo Tawarkan Pekerjaan untuk Penyandang Disabilitas
Kafe robot di Tokyo mempekerjakan difabel yang memungkinkan mereka tidak perlu meninggalkan rumah saat bekerja. (Behrouz Mehri/AFP)
Tokyo -

Di sebuah kafe di Tokyo, seorang pelayan menyapa pelanggan, namun dari ratusan kilometer jauhnya. Kok bisa?

Mengutip Bangkok Post, pelayan jarak jauh itu ada di Robot Dawn Cafe. Saat masuk kafe, traveler bakal disambut robot berbentuk bayi penguin.

Robot itu akan menyapa pelanggan dari konter dekat pintu masuk. Halo, apa kabarmu?," sapa Robot Dawn Cafe.

Nah, pengendali robot itu yang duduk jauh dari si robot dan pelanggan yang menjadi otaknya.

Kafe Robot Tokyo Tawarkan Pekerjaan untuk Penyandang DisabilitasKafe Robot Tokyo Tawarkan Pekerjaan untuk Penyandang Disabilitas Foto: (Behrouz Mehri/;AFP)

Ya, kendati memiliki robot, kafe itu tidak menghapus peran manusia. Kafe, yang berada di distrik Nihonbashi Tokyo itu, justru menawarkan peluang kerja untuk difabel yang kesulitan bekerja di luar rumah.

Mereka bisa mengendalikan robot dari jarak jauh, bisa berada di seluruh Jepang dan luar negeri. Ada juga beberapa yang 'ngantor' di kafe yang dibuka mulai Juni 2021 tersebut.

Salah satu pelayan jarak jauh kafe itu adalah Imai. Dia mengendalikan satu robot dari jarak 800 km. Dia menjadi salah satu dari 50 karyawan penyandang cacat fisik dan mental yang bekerja sebagai 'pilot' Dawn.

Pada awalnya, kafe ini berencana dibuka tahun lalu, bertepatan dengan Paralimpiade Tokyo 2020, namun pembukaannya ditunda akibat pandemi.

Sekitar 20 robot mini dengan mata berbentuk almond duduk di kafe. Mesin bernama OriHime ini memiliki fitur kamera, mikrofon dan speaker untuk memungkinkan pelayan berkomunikasi dengan pelayan dari jarak jauh.

"Bolehkah saya mengambil pesanan Anda?" tanya pelayan.

Saat pelanggan mengobrol dengan pelayan yang mengoperasikan robot mini, tiga robot yang lebih besar menyajikan minuman atau menyambut pelanggan di pintu masuk. Bahkan, ada robot barista dengan celemek cokelat di bar yang bisa membuat kopi dengan mesin press Prancis.

Biarpun begitu, sebagian besar robot merupakan media di mana pekerjanya dapat berkomunikasi dengan pelanggan.

"Saya berbicara dengan pelanggan kami tentang banyak hal, termasuk cuaca, kampung halaman dan kondisi kesehatan saya," kata Imai yang memiliki gangguan gejala somatik yang membuatnya sulit meninggalkan rumah.

"Selama saya hidup, saya ingin memberikan sesuatu kembali kepada masyarakat dengan bekerja. Saya merasa senang jika saya bisa menjadi bagian dari masyarakat," dia menambahkan.

Proyek ini merupakan gagasan seorang pengusaha yang ikut mendirikan perusahaan Ory Laboratory yang membuat robot, Kentaro Yoshifuji. Setelah dia menderita serangan kesehatan yang membuatnya tak bisa pergi ke sekolah, dia pun memikirkan cara bagaimana membawa orang ke dunia kerja jika mereka tidak bisa meninggalkan rumah.

Dia pun mendirikan kafe dengan dukungan perusahaan besar dan crowd-funding dan mengatakan eksperimennya lebih dari sekedar robot.

"Ada orang yang mengoperasikan OriHime di belakang layar dan pelanggan akan kembali untuk melihatnya lagi," kata dia.



Simak Video "Kepopuleran Robot Pengantar Makanan di AS"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA