Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 24 Agu 2021 09:12 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga Dukung Penggunaan Kartu Vaksin untuk Destinasi Wisata dan Ekraf

Menparekraf
Foto: UMN
Jakarta -

Penggunaan kartu vaksin sudah diperlukan dalam berbagai kegiatan masyarakat. Bagaimana penggunaannya saat destinasi wisata sudah dibuka?

Menparekraf Sandiaga Uno mendukung rencana pemerintah untuk penggunaan kartu vaksin di berbagai destinasi wisata atau pun ekonomi kreatif. Hal ini bisa menjadi solusi agar pelaku parekraf bisa bertahan di tengah pandemi dan masyarakat bisa berlibur dengan aman.

"Ini tentunya baru dibahas secara rinci yang dipimpin oleh Pak Luhut bagaimana sertifikasi vaksin ini terkoneksi di aplikasi pedulilindungi jadi tidak perlu dibawa bawa lagi, tapi aplikasi ini diunduh. Sehingga nanti di berbagai destinasi wisata sentra ekraf, kita akan mengintegrasikan, termasuk juga restoran-restoran yang sudah tersertifikasi CHSE," kata Sandiaga

"Ini untuk memastikan agar protokol kesehatan semakin ditingkatkan secara disiplin dan bagian dari pada Indonesia Care," tambahnya.

Saat ini, Kemenparekraf sedang memperluas sertifikasi Indonesia Care berbasis CHSE. Hingga 13 Agustus, pendaftaran yang masuk mencapai 5.497 usaha yang terdiri dari 829 usaha yang belum terverifikasi dan 4.668 usaha yang sudah diverifikasi. Sertifikasi Indonesia Care bisa diterbitkan apabila penilaian pada checklist CHSE memperoleh nilai 85-100.

"Tahun ini CHSE juga akan kita lanjutkan, kita dalam dalam pembahasan bagaimana ini bisa diperluas ditingkatkan dan diperbanyak jumlah destinasi wisata atau sentra ekraf yang tersertifikasi CHSE," kata Sandiaga.

Menurut Sandiaga, setelah vaksinasi COVID-19 mencapai 70-75%, yang perlu disiapkan adalah penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin di tiap destinasi dan sentra ekonomi kreatif. Pemerintah menjamin kesediaan vaksin bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Akan tetapi, penyediaan vaksin dilakukan secara bertahap, dimulai dari kelompok-kelompok prioritas. Per 22 Agustus 2021, menurut data Kemenkes, tercatat sebanyak 57.340729 dosis vaksin pertama (27.53%) yang telah disuntikkan ke masyarakat. Sementara vaksinasi kedua mencapai 31.602.633 atau 15.17 %.



Simak Video "Sandiaga Cukur Gundul: Nggak Ada Lagi Rambut Putih yang Mukanya Berkerut"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA