Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 31 Agu 2021 15:31 WIB

TRAVEL NEWS

Masih Rugi tapi Penumpang Garuda Indonesia Diprediksi Naik

Garuda Indonesia dan BMW Indonesia luncurkan layanan “The Prestige Service” yang hadirkan layanan transportasi  premium dari dan menuju bandara Soekarno-Hatta.
Garuda Indonesia (Foto: Dok. BMW)
Jakarta -

Garuda Indonesia mengatakan kinerja perusahaan akan mulai menunjukkan tren pemulihan secara bertahap pada Semester II tahun 2021 meski masih merugi di semester sebelumnya. Ini menyusul relaksasi kebijakan PPKM.

Maskapai ini terus mengoptimalkan berbagai langkah strategis guna memperbaiki kinerja. Dan, GIAA juga mendorong efisiensi dalam rangka menjaga keberlangsungan perusahaan.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa pemberlakuan pembatasan mobilitas masyarakat telah berdampak signifikan. Tidak terkecuali bagi Garuda Indonesia yang secara bisnis fundamental mengandalkan mobilitas masyarakat," kata Direktur Utama, Irfan Setiaputra kepada wartawan, Selasa (31/8/2021).

Dalam catatan kinerja sepanjang Semester I 2021, Garuda Indonesia mencatat pendapatan sebesar USD 696,8 juta atau turun sebesar 24 persen dibandingkan pendapatan usaha pada periode yang sama tahun lalu.

Lebih lanjut, pendapatan usaha Semester I 2021 tersebut dihasilkan oleh pendapatan penerbangan berjadwal sebesar USD 556,5 juta, penerbangan tidak berjadwal USD 41,6 juta dan pendapatan lainnya USD 98,6 juta.

Pendapatan penerbangan tidak berjadwal mengalami kenaikan sebesar 93,2 persen dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2020 lalu. Dengan adanya kenaikan tersebut, Garuda Indonesia akan terus mengoptimalkan potensi pangsa pasar charter, baik untuk layanan penumpang maupun kargo.

Khusus untuk angkutan logistik, Garuda Indonesia mencatat tren kenaikan di setiap penerbangan sepanjang Semester I 2021. Secara grup dilaporkan berhasil mencatat kargo sebesar 152,300 ribu ton, tumbuh sebesar 37, 56 % dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 sebesar 110,715 ribu ton.

Sementara itu, beban usaha pada Semester I 2021 tercatat mengalami penurunan sebesar 15,9 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu yakni dari USD 1,6 miliar menjadi USD 1,3 miliar.

Penurunan beban usaha ditunjang oleh strategi efisiensi melalui langkah renegosiasi sewa pesawat hingga restrukturisasi jaringan penerbangan melalui penyesuaian frekuensi rute-rute penerbangan.

"Seiring dengan menurunnya jumlah kasus Covid-19 yang berdampak pada relaksasi PPKM, Garuda Indonesia optimistis pada Semester II 2021 akan terdapat peningkatan trafik penumpang secara bertahap," terang Irfan.

Adapun jumlah penumpang Garuda Indonesia saat ini telah menunjukkan adanya tren peningkatan positif. Rata-rata jumlah trafik penumpang harian berhasil meningkat hingga lebih dari 50 persen dibandingkan pada saat periode penerapan PPKM level 4 beberapa waktu lalu.

"Dengan adanya peningkatan aktivitas masyarakat, Garuda Indonesia akan terus mengoptimalkan aksesibilitas layanan penerbangan melalui penambahan frekuensi dan rute sesuai dengan permintaan sebagai bagian dari upaya kami dalam mendukung mobilitas masyarakat Indonesia, khususnya pengguna jasa transportasi udara," papar Irfan.



Simak Video "Perusahaan Penerbangan Indonesia Kurangi Jumlah Pesawat"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA