Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 01 Sep 2021 17:36 WIB

TRAVEL NEWS

Rapor Wisata Indonesia Tahun 2020

Komisi X DPR RI menggelar rapat Kerja (raker) dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, di ruang Komisi X Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/03/2021).
Sandiaga Uno (Rengga Sancaya)
Jakarta -

Menparekraf Sandiaga Uno memaparkan capaian Kemenparekraf pada tahun 2020 ke Komisi X DPR RI. Ada beberapa hal belum mencapai target.

Beberapa kinerja Kemenparekraf yang belum mencapai target yaitu seperti nilai devisa pariwisata yang bernilai 3,244 miliar dolar Amerika Serikat dari target 3,3 miliar dolar Amerika Serikat, nilai ekspor ekonomi kreatif senilai 15,06 miliar dolar Amerika Serikat dari target 16,9 miliar dolar Amerika Serikat, nilai tambah ekonomi kreatif sebesar Rp1.134,9 triliun dari target Rp1.157 triliun, serta jumlah pengeluaran wisatawan mancanegara sebesar 1.145,64 dolar Amerika Serikat dari target 1.213,87 dolar Amerika Serikat.

"Meski demikian, untuk kontribusi PDB pariwisata berhasil mencapai target sebesar 4 persen. Lalu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai total 4,053 juta kunjungan dari target 2,8 juta-4 juta kunjungan dan jumlah pergerakan wisatawan nusantara dengan target 120-140 juta pergerakan dengan capaian 198,246 juta pergerakan," kata Sandiaga yang dikutip dari siaran pers.

Data tersebut merupakan target penyesuaian berdasarkan revisi renstra 2020-2024 yang diperbaharui pada Juli 2020 karena adanya pandemi COVID-19. Terkait data pergerakan wisatawan nusantara misalnya, target awalnya adalah 310 juta pergerakan lalu lintas, lalu direvisi menjadi 120-140 juta dan berdasarkan data sementara tercapai 198 juta.

Jika dibandingkan dengan target awal, justru -36 persen.

Sementara itu, Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo memaparkan anggaran dan laporan keuangan Kemenparekraf pada tahun 2020. Pada 2020, Kemenparekraf memiliki pagu anggaran sebesar Rp3.684.440.605.000 dengan realisasi sebesar Rp3.410.271.877.209 atau sekitar 92,56 persen dan sisa anggaran sebesar Rp274.168.727.791.

Angela juga menuturkan, berdasarkan hasil opini laporan keuangan tahun 2020 olrh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kemenparekraf meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pelaksanaannya akan terus dimonitor.

"Kami juga sudah menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK dari temuan yang ada pada laporan keuangan Kemenparekraf/Baparekraf tahun anggaran 2020 dan akan terus dimonitor pelaksanaannya," kata Angela.



Simak Video "Kemenparekraf Kucurkan Miliaran Rupiah untuk Geliatkan Film Tanah Air"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA