Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 04 Sep 2021 22:46 WIB

TRAVEL NEWS

Ganjil Genap di Puncak, Calon Pengunjung Batalkan Menginap di Hotel

Ismet Selamet
detikTravel
Kabupaten Cianjur terapkan ganjil genap di sepanjang Jalur Puncak
Kabupaten Cianjur terapkan ganjil genap di sepanjang Jalur Puncak (Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Okupansi hotel di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengalami peningkatan selama PPKM level 2. Namun sejumlah calon pengunjung batal menginap lantaran penerapan sistem ganjil genap di kawasan puncak.

Manager Marcom Le Eminence Hotel Muhamad Rizky Sutrisna, mengatakan di masa relaksasi, tingkat hunian hotel mencapai 70 persen.

"Dari sekitar 360 kamar, yang terisi sekitar 260 kamar. Jadi keterisian tempat tidur sampai 70 persen lebih. Bahkan banyak yang sudah booking sejak beberapa hari sebelumnya," kata dia, Sabtu (4/9/2021).

Kabupaten Cianjur terapkan ganjil genap di sepanjang Jalur PuncakKabupaten Cianjur terapkan ganjil genap di sepanjang Jalur Puncak Foto: (Ismet Selamet/detikcom)

Menurut Rizky, harusnya di akhir pekan ini okupansi bisa mencapai 80 atau 90 persen. Penerapan ganjil genap membuat sebagian calon penghuni membatalkan kunjungannya.

Namun, ada juga dampak positif, di mana sekitar lima persen penghuni memperpanjang waktu menginapnya, lantaran khawatir tersekat dalam penerapan ganjil genap.

"Jadi di satu sisi ada dampak negatif, di mana banyak yang sudah booking terkena ganjil genap sehingga batal menginap. Tapi di sisi lain ada yang perpanjang waktu menginap. Kalau tidak ada ganjil genap, mungkin okupansi bisa di atas 80 persen, bahkan sampai 90 persen," kata dia.

Sementara itu, Ketua PHRI Kabupaten Cianjur Nano Indra Praja, mengatakan untuk secara keseluruhan, rata-rata okupansi hotel sebesar 40-50 persen.

"Kalau rata-rata segitu, sekitar 40-50 persen. Tapi ada juga hotel yang okupansinya yang sampai 70 persen," kata dia.

Senada dengan Rizky, Nano mengatakan okupansi hotel bisa lebih tinggi jika tidak diterapkan sistem ganjil genap. Namun pihaknya tetap mendukung penerapan tersebut untuk meminimalisir gelombang wisatawan yang terlalu bereuforia dengan status Cianjur PPKM level 2.

"Kita tetap dukung pemerintah, termasuk penerapan sistem ganjil genap untuk meminimalisir penyebaran COVID-19. Kita memang masuk dalam masa relaksasi level 2, tapi tidak boleh sampai terlalu euforia," pungkasnya.

Sekadar diketahui, ganjil genap ditetapkan di jalur Puncak. Tidak hanya di wilayah Bogor, ganjil genap juga diterapkan di jalur Puncak Cianjur tepatnya mulai dari bundaran Tugu Lampu Gentur.



Simak Video "Aturan Baru Ganjil Genap, Ada 17 Kendaraan yang Dapat Pengecualian"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA