Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Sep 2021 05:36 WIB

TRAVEL NEWS

Rest Area Puncak yang Dijagokan Bakal Setop Getok Harga

Tim detikcom
detikTravel
Tempat istirahat atau rest area yang tengah dibangun di Puncak diharapkan bisa menghentikan getok harga.
Rest Area Puncak yang tengah dibangun di Agro Wisata Gunung Mas Foto: Ahmad Masaul
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Bogor sudah mengetahui fenomena getok harga yang terjadi di Puncak, Bogor. Tempat istirahat atau rest area yang tengah dibangun di Puncak diharapkan bisa menghentikan getok harga.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Deni Humaedi merespons terkait cerita wisatawan Puncak yang digetok harga kopi hingga Rp. 100 ribu. Deni meminta pengunjung juga memahami kalkulasi bisnis. Dia berharap dengan rest area yang tengah dibangun di Agro Wisata Gunung Mas bisa mencegah praktik getok harga pedagang.

"Biasanya bagi para pedagang itu ada koordinatornya. Bukan hanya pedagang saja pengunjung juga harus memahami kalkulasi bisnis. Semoga ke depan dengan setelah rest area operasional hal hal seperti tidak selalu berulang," kata Deni.

Mengutip antara pembangunan rest area di Kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sejatinya rampung tahun lalu namun molor karena pekerjaan kiosnya molor akibat cuaca dan lahan yang belum siap. Rest area ini dijanjikan akan selesai tahun ini.

Rest area akan menampung 448 kios, pembangunan kios menelan biaya Rp16,3 miliar dan lancscape sekitar Rp1 miliar. Saat dilihat detikcom akhir pekan lalu, pembangunan masih terus dilakukan.

Pembangunan rest area di kawasan Puncak Kabupaten BogorPembangunan rest area di kawasan Puncak Kabupaten Bogor Foto: Dok. Istimewa/Kementerian PUPR

Pedagang dan turis Harus Sepaham

Deni menyebut, baik pedagang maupun wisatawan yang berkunjung ke Puncak untuk saling memahami kepentingan masing-masing. Sehingga tidak terjadi masalah kemudian hari.

"Sepertinya ini kasus atau kejadian khusus dan akan menjadi masalah, bagi para pihak. Jika masing masing pihak saling memahami kepentingan masing masing tidak akan ada masalah," katanya.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Cisarua Puncak ini meminta semua pihak untuk menaati aturan yang berlaku dalam PPKM level 3.

"Dan kami meminta para pihak juga mentaati PPKM yang berlaku. Saya kira jika mereka taat tidak akan terjadi hal seperti itu," kata Deni.

Diberitakan sebelumnya, pedagang di Puncak menggetok harga untuk secangkir kopi sampai Rp 100 ribu. Sebabnya ternyata turis menginap di warungnya tapi tidak bayar.

Marak kabar yang menyebut bahwa pedagang di Puncak, Bogor menggetok harga ke wisatawan. Beberapa kali ada insiden getok harga yang muncul ke sosial media dan viral.

Kisah Pedagang Getok Harga di Puncak Selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Nggak Mau Digetok Harga? Jangan Nginep di Warung Puncak!"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA