Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Sep 2021 05:36 WIB

TRAVEL NEWS

Rest Area Puncak yang Dijagokan Bakal Setop Getok Harga

Tim detikcom
detikTravel
Tempat istirahat atau rest area yang tengah dibangun di Puncak diharapkan bisa menghentikan getok harga.
Rest Area Puncak yang tengah dibangun di Agro Wisata Gunung Mas Foto: Ahmad Masaul

Salah salah satu penjual, Jalaludin (61), yang mengamini fenomena getok harga di Puncak. Pedagang asli dari Bima ini mengatakan beberapa pedagang memang menaikkan harga barang dagangannya seperti jagung bakar, mie instan atau jualan lainnya.

"Kalau di sini jagung bakar dijual Rp 10.000 di lapak sebelah sana bahkan ada yang lebih sampai Rp 25.000. Perlakuan seperti itu ke pengunjung bukanlah hal baik secara agama," kata mantan PNS di salah satu kementerian itu.

"Ada yang menjual nasi pecel ayam dengan harga tinggi tapi kami tidak melakukannya," imbuh dia saat ditemui tim detikcom di kawasan Masjid Atta'Awun, Puncak, Bogor.

Namun pedagang lain membela diri dengan menyebut bahwa justru para tamu atau wisatawan juga nggak tahu diri. Hal ini disampaikan seorang pedagang yang menyebut dirinya Koordinator Pedagang Puncak Bogor, Dadang Sukendar. Ia menyebut dirinya sendiri yang menyelesaikan masalah itu karena sempat viral di YouTube. Lalu kenapa sampai dibilang wajar dan tamunya nggak tahu diri?

"Masalah harga itu perlu dipahami, dikaji misalkan. Ada yang dibilang wajar, ada yang dibilang kurang ajar," kata dia.

"Misalkan kopi bisa sampai Rp 100 ribu satu gelas karena mereka nginep di warung semalaman. Warung itu bukan penginapan atau vila," terang dia dengan ketus.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Nggak Mau Digetok Harga? Jangan Nginep di Warung Puncak!"
[Gambas:Video 20detik]

(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA