Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Sep 2021 10:44 WIB

TRAVEL NEWS

Serunya Liburan Melokal di Perbukitan Menoreh Magelang

Eko Susanto
detikTravel
Homestay Perbukitan Menoreh Magelang
Pelatihan homestay (Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Desa Wisata Ngargoretno, memiliki sejumlah paket wisata yang bisa dinikmati wisatawan. Salah satunya paket yakni live in.

Keberadaan Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sekalipun desa ini berada di Perbukitan Menoreh, namun memiliki potensi alam yang luar biasa. Potensi alam ini yang bisa dinikmati wisatawan. Terlebih sekarang dengan adanya Resto Tumpeng Menoreh yang lagi hits.

Sebelum pandemi, tiap akhir pekan dua maupun tiga rombongan melakukan kunjungan di desa ini. Adapun tiap rombongan tidak kurang dari 20 orang. Kemudian, selama tahun 2019 lebih dari 2.000-an wisatawan berkunjung di desa ini, sekalipun didominasi turis nusantara.

Namun saat adanya pandemi, Desa Wisata Ngargoretno berinovasi dengan memperbanyak produk-produk yang ada di masyarakat. Produk-produk tersebut dipasarkan.

Homestay Perbukitan Menoreh MagelangHomestay Perbukitan Menoreh Magelang Foto: (Eko Susanto/detikcom)

Divisi Pariwisata Bumdes Argo Inten Ngargoretno, Soim mengatakan, Desa Wisata Ngargoretno menawarkan paket wisata yang bisa dinikmati wisatawan. Paket wisata tersebut meliputi edukasi budidaya kopi, ini mulai dari budidaya, pascapanen sampai baristanya. Kemudian paket edukasi ternak kambing, edukasi pembuatan gula semut maupun edu wisata perkebunan.

"Paket wisata desa kami, paket utamanya edukasi. Edukasi budidaya kopi, dari mulai budidaya, pascapanen sampai baristanya. Terus paket edukasi wisata ternak, paket edukasi gula semut maupun edu wisata perkebunan. Yang paling lagi hits akhir ini, kami punya Tumpeng Menoreh," kata Soim saat ditemui detikTravel di rumahnya, Kamis (9/9/2021).

Paket-paket yang ditawarkan tersebut bisa dinikmati wisatawan. Adapun harga per paket berkisar dari Rp 90.000 sampai Rp 250.000 per orangnya. Paket ini sudah include makan, edukasi dan sebagainya.

"Biasanya kami jual paket. Paketnya sekitar Rp 90.000 sampai Rp 250.000 tergantung paket materi edukasi yang diambil. Sudah include makan, kegiatan edukasi dan sebenarnya kembali lagi harga paket itu dipengaruhi harga edukasi. Biasanya juga ada outbond yang kami harus bekerja sama dengan trainer yang sudah bersertifikasi," tutur Soim.

Kemudian untuk live in wisatawan tinggal di homestay milik warga. Di sini telah ada sekitar 20 homestay. Di homestay tersebut pengunjung bisa langsung berinteraksi dengan tuan rumahnya. Kemudian, wisatawan bisa menikmati keindahan alam dan suasana pedesaan.

Homestay Perbukitan Menoreh MagelangHomestay Perbukitan Menoreh Magelang Foto: (Eko Susanto/detikcom)

"Saat ini, kami melaksanakan simulasi uji coba penerimaan tamu sekaligus peningkatan kapasitas SDM pengelola homestay di wisata desa. Libur PPKM kami manfaatkan, kami menyiapkan SDM pariwisata di desa agar mereka mampu menerima tamu dengan protokol kesehatan yang ditentukan oleh pemerintah," ujar dia.

"Kami menyiapkan homestay ini tinggal satu atap bersama pemilik rumah sehingga ada interaksi dengan tuan rumahnya. Mereka kehidupannya masih bareng dengan pemilik rumah," katanya.

Soim menegaskan, menikmati homestay yang ada di Desa Ngargoretno, wisatawan tinggal bersama dengan pemilik rumah. Untuk itu, biar ada pola sosialisasi, belajar bareng dan tinggal di desa.

"Kami cita-citanya ketika homestay saat ini banyak yang sudah seperti hotel, kami mencoba bagaimana para penikmat live ini yang tinggal bersama pemilik rumah ini mereka berinteraksi. Kemudian, ada pola-pola sosialisasi, belajar bareng bagaimana mereka menikmati tinggal di desa," tuturnya.

Jumlah kunjungan wisatawan, kata dia, selama 2019 totalnya lebih dari 2.000-an pengunjung. Jumlah kunjungan ini masih didominasi turis nusantara.

"Sebelum pandemi, setidaknya setiap minggu pasti ada dua maupun tiga grup yang melakukan kunjungan disini. Dengan grup tidak kurang dari 20 orang. Tapi setelah pandemi, maka wisata desa ini berinovasi dengan memperbanyak produk-produk yang ada di masyarakat. Tamu 2019 mungkin kisaran lebih dari 2.000-an. Masih wisatawan lokal," ujar dia.

Sementara itu, dalam peningkatan kapasitas SDM pariwisata desa tersebut dengan pemateri beberapa dosen dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung. Salah satu alasan dipilihnya Desa Ngargoretno karena memiliki potensi yang bisa dikembangkan.

"Desa Ngargoretno ini adalah sebuah desa yang memiliki potensi. Saya katakan potensi dan berkembang. Berkembang itu karena dari pengelola desanya siap untuk bekerja sama, demikian juga dengan masyarakatnya. Kenapa kami memilih sini karena Desa Ngargoretno merupakan salah satu desa yang merupakan bagian daripada kawasan Borobudur," kata Dr Ummi Kalsum, Dosen STP NHI Bandung.

"Di mana Borobudur ini adalah salah satu destinasi super prioritas yang dibawah pembinaan Kemenparekraf. Kami waktu itu melakukan observasi awal kemudian melihat memang ada link and match, ada kebutuhan terkait dengan bagaimana industri pariwisata bisa dikembangkan dan respons positif dari pengelolanya," ujar dia.



Simak Video "Persiapan PPKM Level 2, Magelang Gelar One Day Tour"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA