Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Sep 2021 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

Ketika Laut Pantai Selatan Jawa 'Glowing' Bercahaya

bonauli
detikTravel
Cahaya di air oleh aktivitas plankton
Ilustrasi laut bercahaya (Thinkstock/Getty Images/ABC Australia)
Jakarta -

Laut Pantai Selatan Jawa ramai menjadi perbincangan di sosial media. Terjadi fenomena langka yang membuat Laut Pantai Selatan bercahaya.

Fenomena itu dibagikan oleh satelit dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS. Fenomena ini disebut Milky Seas.

"Setahu saya Milky Seas itu terminologi ketika permukaan laut dengan area yang sangat luas berwarna terang seperti putihnya susu, sehingga ketika malam hari pun bisa terdeteksi/terlihat ke-glowing-annya dari satelit," kata Dr. Widodo Pranowo, Peneliti Madya Bidang Oseanografi pada Pusat Riset Kelautan KKP, eksklusif kepada detikTravel.

Penyebab Milky Seas tersebut bisa diakibatkan oleh adanya warna iluminasi yang dipancarkan oleh organisme laut, seperti mikro/nano plankton yang mengandung fosfor sehingga seperti bercahaya di dalam gelapnya air laut saat malam hari.


"Mikro/nano plakton tersebut berjumlah sangat masif sehingga bisa memenuhi kolom air di lapisan permukaan laut dalam wilayah yang sangat luas," dia menambahkan.

Ternyata wilayah yang memiliki potensi seperti itu salah satunya adalah Samudera Hindia Selatan Jawa. Probabilitas terjadi fenomena itu pada kurun waktu antara Juni hingga Oktober pada setiap tahunnya. Walaupun mungkin belum tentu muncul di sepanjang waktu tersebut.

Mengapa Milky Seas terjadinya di antara Juni - Oktober?

"Hal ini berkaitan dengan fenomena upwelling atau naiknya massa air laut dari kedalaman tertentu menuju lapisan kedalaman yang lebih dangkal," kata Widodo.

Ketika massa air laut tersebut naik (upwelling) maka ada sejumlah masif zat hara ikut terangkat ke atas. Di lapisan permukaan yang mendapatkan sinar matahari yang cukup, kemudian zat hara tersebut digunakan oleh fitoplankton untuk berfotosintesis menghasilkan karbon dan oksigen.

Saat zat haranya sangat banyak, maka semakin banyak fitoplankton yang berkembang biak. Fitoplankton juga akan menarik zooplankton, di mana masing-masing fitoplankton dan zooplankton memiliki banyak spesies.

"Setiap spesies memiliki keragaman warna yang berbeda-beda. Ketika jumlah mereka sangat banyak dalam luasan area tertentu namun sangat luas, maka akan menghasilkan orkestra warna laut yang unik tersendiri," tambahnya.

Selain adanya organisme plankton, iluminasi warna yang terjadi di dalam laut pada malam hari juga dibantu oleh gelombang panjang dari energi matahari (long wave solar radiation) yang dilepaskan oleh laut ke angkasa.

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA