Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 31 Agu 2021 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Hari Tanpa Bayangan Akan Terjadi Lagi di Indonesia, Berikut 5 Faktanya

CNNIndonesia
detikTravel
Matahari berada tegak lurus di atas Kota Semarang siang ini. Fenomena kulminasi utama atau hari tanpa bayangan terjadi, seperti apa?
Foto: Ilustrasi fenomena hari tanpa bayangan (Angling Adhitya Purbaya)
Jakarta -

Sejumlah wilayah di Indonesia akan alami hari tanpa bayangan pada 6 September-21 Oktober 2021. Posisi matahari tepat di atas langit Indonesia.

Peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang menuturkan untuk melihat terjadinya fenomena hari tanpa bayangan bisa menggunakan beberapa cara yang terbilang mudah.

Masyarakat dapat menggunakan benda tegak seperti tongkat, spidol atau benda lain yang disimpan dengan posisi tegak. Kemudian, untuk mengetahui fenomena langit bisa meletakkan benda itu di permukaan yang rata dan bisa diamati sesuai jam yang sudah ditentukan.

Berikut 5 fakta hari tanpa bayangan berikut ini:

1. Terjadi dua kali pada tahun 2021

LAPAN menjelaskan Indonesia memiliki letak geografis astronomis 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat Lintang Selatan, serta dibelah oleh garis khatulistiwa. Dengan begitu, matahari akan berada di atas langit Indonesia dua kali setahun.

Fenomena ini sebelumnya terjadi pada tanggal 4 Maret 2021 pada pukul 12.04. Saat itu, matahari berada di atas Indonesia pada pekan keempat di bulan Februari hingga pekan pertama pada bulan April.

Andi menuturkan fenomena hari tanpa bayangan kerap terjadi dua kali setahun untuk kota-kota atau wilayah yang terletak di antara dua garis, yaitu Garis Balik Utara (Tropic of Cancer;23,4 derajat Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn;23,4 derajat Lintang Selatan).

2. Hanya terjadi sekali di kota-kota tertentu

Meski fenomena hari tanpa bayangan disebut dapat terjadi dua kali di Indonesia, Andi menjelaskan, bahwa kota-kota tertentu hanya mengalami fenomena hari tanpa bayangan sekali dalam setahun.

Kota atau wilayah yang letaknya tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan disebut hanya menjumpai fenomena tanpa bayangan satu kali dalam setahun.

3. Tidak menyebabkan siang menjadi lebih panas

Peneliti sains antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto mengungkapkan bahwa fenomena itu tidak serta merta mempengaruhi memanasnya cuaca pada siang hari.

Selanjutnya, dua fakta menarik lainnya

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA