Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 17 Sep 2021 19:40 WIB

TRAVEL NEWS

Dispar DIY Ingatkan Pengelola Soal Balas Dendam Wisatawan

Objek wisata di Sleman.
Foto: Ilustrasi Tebing Breksi (alvinzipo/d'Traveler)
Sleman -

Tiga objek wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dibuka untuk uji coba. Dinas Pariwisata DIY mengingatkan pengelola tentang balas dendam wisatawan.

Objek wisata yang sudah diuji coba buka itu meliputi Tebing Breksi (Sleman), Gembira Loka Zoo (Kota Yogya), dan Pinus Sari Mangunan (Bantul).

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo meminta pengelola wisata berhati-hati saat masa uji coba destinasi wisata. Terutama soal daya tampung destinasi wisata.

"Kita harus hati-hati di masa uji coba, belum uji coba, belum dibuka saja sudah banyak wisatawan," kata Singgih ditemui di Tebing Breksi, Sleman, Kamis (16/9/2021).

Pasalnya, ia melihat masyarakat saat ini haus untuk berwisata. Sehingga, diprediksi akan ada balas dendam orang yang berwisata karena sudah lama destinasi wisata ditutup karena pandemi.

"Maka kita harus mengelola ini supaya tidak terjadi balas dendam wisatawan yang berwisata," ucapnya.

Pada masa uji coba ini, pemerintah menetapkan kapasitas destinasi wisata maksimal 25 persen dari kapasitas normal. Singgih pun berpesan agar pengelola destinasi wisata bisa mematuhi aturan itu.

"Sehingga kapasitas harus dijaga betul. Karena dalam masa uji coba ini baru 25 persen dari saat normal," tegasnya.

Sejak ada uji coba pembukaan destinasi wisata pada 13 September lalu, dari pantauan Dispar GL Zoo yang paling banyak diserbu wisatawan.

"Kalau pantauan saya kemarin itu sudah di atas 200 wisatawan. Yang paling banyak berada di Gembira Loka zoo, karena di sana hari pertama Senin, itu uji coba internal siangnya langsung dibuka untuk umum. Jadi persiapannya cukup bagus. Kemudian di Breksi itu belum menunjukkan peningkatan kunjungan," pungkasnya.



Simak Video "Melihat Persiapan Pembukaan Kembali Taman Pintar Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA