Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 22 Sep 2021 12:03 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Stasiun Jatinegara, Sempat Pindah dan Ganti Nama Lho

Syanti Mustika
detikTravel
Wisata Sejarah  Stasiun Jatinegara
Stasiun Jatinegara (Rifkianto Nugroho/detikcom)


Selanjutnya Perkembangan pembangunan


Pembangunan stasiun baru ini sebagai tempat singgah kereta ekspres ke Bandung. Diharapkan para penumpang dari Weltevreden lebih memilih naik kereta dari stasiun ini dibandingkan dari Stasiun Kemayoran. Namun setelah pengambilaihan jalur Jakarta-Bogor milik Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschapij (NISM) tahun 1913, rencana ini ditinggalkan.

Bangunan sayap kanan-kiri stasiun ditambah pada tahun 1920-an, dengan menambah kanopi peron. Adapun besi ukiran sebagai penghubung antara tiang dengan atap berupa besi cor yang diimpor dari Belanda. Tahun 1924 konstruksi penutup samping kanopi dimodifikasi, yakni atap dinaikkan untuk kepentingan elektrifikasi jalur Tanjung Priok-Meester cornelis. Pada Januari 1925, proyek elektrifikasi kereta api Meester Cornelis-Tanjung Priok sepanjang 67,7 kilometer berhasil dirampungkan.


Asal nama stasiun Jatinegara

Dulu nama Stasiun Jatinegara yaitu Meester Cornelis. Daerah Meester Cornelis awalnya merupakan tanah milik seorang pemuka agama Kristen Bernama Cornelis van Senen. Setelah meninggal dunia pada 1661, para pengikutnya mengabadikan nama Meester (majikan) Cornelis sebagai nama wilayah bekas properti tanah milik mendiang.

Wisata Sejarah  Stasiun JatinegaraWisata Sejarah Stasiun Jatinegara Foto: (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Ketika pendudukan Jepang, penamaan wilayah Meester Cornelis diganti menjadi Jatinegara. Ada beberapa pendapat terkait nama Jatinegara. Pertama, karena di daerah tersebut terdapat banyak hutan jati.

Kedua, Jatinegara mengacu kepada 'negara sejati' yang dipopulerkan oleh Pangeran Jayakarta. Perubahan nama tersebut pun berdampak terhadap perubahan nama stasiun, yakni Stasiun Jatinegara.

Sekarang, Stasiun Jatinegara telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang terdaftar di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dengan nomor registrasi RNCB.19990112.02.000503 berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.13/PW.007/MKP/05 dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 011/M/1999.

Jika kamu perhatikan lagi, Stasiun Jatinegara sudah terlihat bagus dan lebih tertata dan bernuansa modern. Namun suasana heritagenya tetap terasa di beberapa bagian stasiun. Untuk bekas bangunan stasiun dulu, sekarang digunakan sebagai UPT Resor 1.9 Listrik Aliran Atas Jatinegara.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Ini Stasiun KA Tertua yang Masih Beroperasi di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]

(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA