Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 05 Okt 2021 16:16 WIB

TRAVEL NEWS

Enggak Kalah dari Manusia, Ikan Juga Punya 'Apartemen' Loh!

Angga Laraspati
detikTravel
Pelestarian biota laut.
Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Pangkal Pinang -

Ada hal unik terjadi di perairan Bangka Belitung. Ikan-ikan yang berada di kawasan perairan Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, memiliki apartemen seperti manusia.

Hanya saja, berbeda dengan punya manusia, apartemen ikan atau fish shelter terletak di dasar laut dan menjadi tempat tinggal biota-biota laut. Apartemen ikan ini biasanya dibuat dari besi dan beton. Ada juga yang terbuat dari kayu, kawat, daun-daun kelapa dan tali.

Dosen Ilmu Kelautan dari Universitas Bangka Belitung (UBB) Indra Ambalika Syari menuturkan, apartemen ikan atau fish shelter merupakan tempat tinggal buatan yang nantinya dijadikan tempat tinggal para biota-biota laut.

"Sebenarnya sama saja fish shelter itu dengan apartemen ikan atau rumah ikan. Karena tujuannya sama yaitu menjadi tempat tinggal biota laut. Nantinya akan ditempeli alga laut, sehingga ikan berdatangan dan berkembang biak di sana. Manfaat lainnya bisa dijadikan fishing ground untuk para nelayan," tutur Indra kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Indra menjelaskan fish shelter atau apartemen ikan yang dibuat merupakan media penenggelaman dan monitoring. Monitoring ini dilakukan untuk meneliti beberapa jenis biota laut dan spesies yang ada di laut Bangka.

"Monitoring reklamasi laut ada beberapa kriteria yang diteliti yang pertama jenis biota laut, komposisi spesies yang ada di sana dan kelimpahannya, lalu penempelan alami di media substrat yang ditenggelamkan yang dibuat dari besi dan beton," kata Indra.

"Tujuannya membuat habitat buatan yang setelah ditenggelamkan menjadi rumah atau habitat alami bagi biota laut yang akan ditempelkan secara alami," sambungnya.

Pelestarian biota laut.Pelestarian biota laut. Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Monitoring yang dilakukan oleh tim dari UBB menggunakan kamera dalam laut, sehingga dapat terpantau biota laut yang tinggal sampai berkembang biak di sana. Bahkan, lambat laun apartemen-apartemen tersebut dapat menjadi karang buatan bila sudah semakin lama berada di dasar laut.

Indra melanjutkan kegiatan pembuatan apartemen ikan ini merupakan salah satu program reklamasi laut yaitu penguatan ekosistem yang ada di perairan Rebo dan dilakukan oleh PT Timah sejak tahun 2018. Ada 2 kegiatan yang dilakukan di 5 tahun pertama yaitu transplantasi karang dan pembuatan fish shelter atau apartemen ikan.

"Untuk transplantasi karang dimanfaatkan untuk media tumbuh terumbu karang dan wisata bahari. Untuk fish shelter lebih kearah habitat alami untuk biota laut atau ikan ini juga dimanfaatkan nelayan sebagai tempat baru untuk menangkap ikan. Ada 11 lokasi yang tersebar di Pulau Bangka," ungkap Indra.

Pelestarian biota laut.Pelestarian biota laut. Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Ia juga berharap program reklamasi laut dilakukan oleh PT Timah ini dapat menjadi tempat menangkap ikan baru bagi nelayan dan juga membuat sebuah ekonomi wisata yang terus berkembang.

"Saya juga berterima kasih pada PT TIMAH yang menjadi perusahaan pelopor yang berusaha walaupun masih ada kegagalan di uji coba rencana reklamasinya. Sementara perusahaan lain belum melakukan sesuai dengan dokumen rencana reklamasinya, sehingga PT TIMAH menjadi contoh dan teladan bagi perusahaan lain yang melakukan kegiatan-kegiatan di laut," pungkasnya.

Program ini juga merupakan pemberdayaan nelayan yang ada di Desa Rebo dan terintegrasi mulai dari pembuatan rumpon, penenggelaman, perawatan, pemantauan hingga pemanfaatannya. Diawali dengan membuat 101 unit rumpon yang terdiri empat model yakni apartemen ikan, drum atraktor cumi, dom, dan rumpon perahu. Rumpon-rumpon tersebut kemudian ditenggelamkan di empat titik di Kawasan Perairan Rebo.

Sebagai informasi, detikcom bersama MIND ID mengadakan program Jelajah Tambang berisi ekspedisi ke daerah pertambangan Indonesia. detikcom menyambangi kota-kota industri tambang di Indonesia untuk memotret secara lengkap bagaimana kehidupan masyarakat dan daerah penghasil mineral serta bagaimana pengolahannya.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/jelajahtambang.



Simak Video "Intip Proses Pembuatan Kerajinan Timah di Babel"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA