Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 05 Okt 2021 20:40 WIB

TRAVEL NEWS

Rayakan Hari Batik Nasional, Pagelaran Kolosal Digelar di Candi Prambanan

(210918) -- YOGYAKARTA, 18 September, 2021 (Xinhua) -- Pengunjung mengambil foto di kompleks Candi Prambanan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 18 September 2021. Candi Prambanan, yang masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1991, dibuka kembali pada Sabtu (18/9) dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan aktivitas publik karena COVID-19. (Xinhua/Supriyanto)
Foto: Ilustrasi Candi Prambanan (Xinhua/Supriyanto)
Jakarta -

Untuk merayakan Hari Batik Nasional, pagelaran busana bertajuk 'Gantari: The Final Journey of Java' akan digelar di Candi Prambanan, Sabtu (9/10) ini.

Pagelaran kolosal itu merupakan hasil kerja sama dari Lakon Indonesia, dan konon akan melibatkan lebih dari seribu pelaku industri kreatif termasuk di antaranya model, pemusik, penari, perajin batik, perajin tenun, pelaku seni pertunjukan hingga tata desain panggung dan masih banyak lagi yang lainnya.

Founder Lakon Indonesia, Thresia Mareta menyebut 'Gantari: The Final Journey of Java' merupakan pagelaran busana untuk menghormati perempuan. Gantari sendiri bermakna Matahari dalam bahasa Jawa.

"Gantari adalah penghormatan untuk kaum perempuan. Kita menyadari bahwa perempuan adalah kunci pewarisan nilai luhur peradaban manusia. Ketrampilan batik turun dari wanita. Nggak cuma ketrampilan saja, tapi juga etika sebagai manusia diajarkan oleh ibu. Ini hal yang menginspirasi kami," ujar Thresia dalam ajara jumpa pers di Kemenparekraf, Senin (4/10/2021).

Di pagelaran Gantari ini, ada banyak sosok seniman yang terlibat. Salah satunya adalah Maestro tari tradisional Didik Nini Thowok yang akan mempersembahkan tarian yang terinspirasi dari sosok dewa Shiwa yang dipuja di Candi Prambanan.

Candi Prambanan sendiri dipilih sebagai lokasi pagelaran Gantari karena candi ini merupakan monumen budaya yang mampu bertahan dari masa ke masa.

"Candi Prambanan adalah salah satu monumen budaya, bernilai sejarah. Di mata Lakon Indonesia, ini wujud budaya yang mampu melewati perjalanan waktu sekian tahun. Prambanan pun jadi relevan dari masa ke masa," imbuh Thresia.

Pagelaran Gantari ini akan digelar dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Semua partisipan akan menjalani tes swab, divaksinasi dan menegakkan 5M dan 3T.

Dari venue berkapasitas 10.000 orang, penonton offline yang diizinkan hanya 250 orang saja. Traveler sendiri bisa menyaksikan pagelaran busana ini secara online di Live Instagram dan Youtube Kemenparekraf.

Menparekraf Sandiaga Uno sendiri mengatakan pihaknya menyambut baik inisiatif Lakon Indonesia. Harapannya, semakin banyak UMKM yang memasarkan produk berbasis batik. Selain itu, semakin banyak pula orang yang menggunakan produk lokal.

"Busana ready to wear [batik] enggak cuma untuk acara resmi tapi juga generasi muda. Jaga batik sebagai warisan bangsa dipakai oleh teman-teman milenial," tutupnya.



Simak Video "Keseruan Pelajar di Majalengka Belajar Beragam Motif Batik"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA