Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 07 Okt 2021 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Hujan Besi yang Begitu Ekstrem Terjadi di Planet Ini

planet WASP-67b
Hujan besi di planet WASP-67b (Foto: CNN)
Jakarta -

Planet ini mengalami hujan besi dengan curah hujan yang bahkan lebih ekstrem dari perkiraan para ilmuwan. Lokasinya ratusan cahaya dari Bumi.

Diberitakan CNN, hujan besi ini biasa terjadi pada malam hari. Hal ini diketahui peneliti berdasar pengamatan dari Gemini North Telescope, yang terletak di dekat puncak Mauna Kea di Hawaii.

Temuan baru menunjukkan planet bernama WASP-67b bahkan lebih panas dari yang diperkirakan para ilmuwan. Penelitian ini merupakan bagian dari proyek yang dipimpin Cornell University yang disebut ExoGemS, atau Exoplanet dengan survei Spektroskopi Gemini.

Proyek ini mempertemukan para ilmuwan yang mempelajari keragaman atmosfer di planet ekstrasurya, yang merupakan planet yang terletak di luar tata surya kita.

Hasilnya dipublikasikan pada 28 September di Astrophysical Journal Letters dan dipresentasikan pada hari Selasa pada pertemuan tahunan Divisi Ilmu Planet dari American Astronomical Society.

Ditemukan pada tahun 2016, planet ultra-panas seukuran Jupiter mengorbit di konstelasi Pisces, 640 tahun cahaya dari Bumi. Karena jaraknya yang tergolong dekat, WASP-76b menyelesaikan satu orbit di sekitarnya setiap 1,8 hari dibanding Bumi dan menyerap ribuan kali radiasi yang diterima Bumi dari matahari.

Planet ini terkunci secara pasang surut, artinya sisi planet yang sama selalu menghadap bintang. Sisi siang dari planet, yang menghadap bintang, suhunya lebih dari 2.426 derajat Celcius.

Temperatur siang hari yang sangat panas, yang cukup panas untuk mengubah molekul menjadi atom dan logam menjadi uap, menciptakan uap besi. Angin kencang membawa ini ke sisi malam, di mana suhu yang relatif lebih dingin berkisar sekitar 1.315 derajat Celcius.

Uap besi mengembun menjadi awan, menyebabkan hujan yang terdiri dari besi cair. Fenomena ini menciptakan besi yang dapat diamati di atmosfer.

Survei ExoGemS bertujuan untuk mempelajari sekitar 30 exoplanet, dipimpin oleh Jake Turner, Carl Sagan Fellow di program Hubble Fellowship NASA dan rekan penelitian di departemen astronomi Cornell University.



Simak Video "Penampakan Fenomena Waterspout di Perairan Utara Bali "
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA