Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 08 Okt 2021 15:45 WIB

TRAVEL NEWS

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh ke Tempat Wisata Bila Kepala Daerah Mengizinkan

Heri Susanto
detikTravel
Menparekraf Sandiaga Uno
Menparekraf Sandiaga Uno di Yogyakarta (Foto: Heri Susanto/detikcom)
Yogyakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memberikan lampu hijau wisatawan di bawah 12 tahun. Tapi, implementasinya harus seizin kepala daerah.

Sandi menjelaskan, destinasi wisata identik untuk keluarga. Jika anak tidak diperbolehkan masuk, wisatawan otomatis banyak wisatawan yang balik kanan.

"Kami berikan diskresi untuk ayah dan ibunya yang sudah divaksin full," kata Sandi, saat Anugerah 50 Desa Wisata Bangkit di Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta, Jumat (8/10/2021).

Ia mengungkapkan, diskresi ini diberikan kepada pemerintah daerah. Sebab, tanpa ada memasukkan anak usia di bawah 12 tahun, tentu akan sangat sulit bagi destinasi wisata tetap dikunjungi.

"Bapak-bapak di pemerintah daerah bisa memberikan diskresi ini, karena wisata ini identik dengan wisata keluarga. Tanpa memasukkan anak-anak usia di bawah 12 tahun tentunya akan sangat sulit," katanya.

Meski memberikan lampu hijau, lanjut Sandi, protokol scanning barcode aplikasi PeduliLindungi tetap wajib dilakukan.

"Tentunya dengan pengawasan ketat protokol kesehatan, testing, tracing ditingkatkan, agar wisata ini aman dan bebas COVID-19," jelasnya.

Seperti telah diberitakan, Gembira Loka (GL) Zoo memilih hanya membuka Sabtu dan Minggu karena larangan anak usia di bawah 12 tahun masuk.

Direktur Utama GL Zoo, KMT.A. Tirtodiprojo mengaku minimnya kunjungan karena banyak orang tua yang tidak jadi masuk GL Zoo karena membawa anak berusia di bawah 12 tahun. Padahal, sebagian besar pengunjung GL Zoo adalah anak-anak.

"Rata-rata mereka itu bisa mengakses aplikasi PeduliLindungi, tapi karena membawa anak tidak bisa masuk. Jadi mereka tidak bisa masuk karena anaknya tidak bisa masuk, namanya juga orangtua kalau anaknya tidak masuk ya pilih tidak jadi masuk kan. Padahal kan konsumen GL Zoo untuk anak-anak," ujarnya.

"Bahkan, rata-rata yang tidak bisa masuk itu sekitar 5 sampai 6 kali dari pengunjung yang berhasil masuk. Jadi kalau GL Zoo ada 50 orang maka ada 300 sampai 400 orang yang tertolak masuk," lanjut Joko.



Simak Video "Konten Kreatif Bantu Promosi Desa Wisata, Sandiaga Benahi Jaringan Internet"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA