Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 12 Okt 2021 11:50 WIB

TRAVEL NEWS

Rindu Alam, Ikonnya Puncak akan Dihidupkan Kembali

Yudha Maulana
detikTravel
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum meninjau Rindu Alam
Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, meninjau Rindu Alam (Foto: Dok. Pemprov Jabar)
Bandung -

Kawasan wisata Rindu Alam akan dihidupkan, begitu pun dengan denyut rumah makannya yang sudah berusia empat dekade. Tempat itu bakal berdetak kembali usai tutup pada Februari 2020 lalu.

RM Rindu Alam menjadi salah satu ikon wisata yang khas di Puncak Bogor, tempat makan bagi para pelancong itu dibangun oleh Letjen TNI Ibrahim Adjie pada 1971. Lokasinya menempati lahan milik Pemda Provinsi Jabar dan berhenti beroperasi karena telah habis masa kontraknya.

Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan secara teori dan legalitas pemanfaatan kembali area wisata Rindu Alam sangat memungkinkan. Tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tak melanggar aturan.

"Kami Pemda Provinsi Jabar ingin berusaha memanfaatkan kembali daerah wisata Rindu Alam ini untuk meningkatkan PAD," ujar Uu dalam keterangannya, Selasa (12/10/2021).

Ia mengatakan, area wisata Rindu Alam ini memiliki tiga tahapan pemanfaatan, yakni sebagai restoran wisata, kafe serta pujasera. Dibangunkannya lagi wisata Rindu Alam ini juga akan memberikan manfaat berupa lapangan pekerjaan kepada masyarakat sekitar.

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum meninjau Rindu AlamWagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, meninjau Rindu Alam (Foto: Dok. Pemprov Jabar)

"Ada tiga tahapan yaitu restoran wisata, kafe, dan pujasera. Mau pakai yang mana, kita ambil yang lebih manfaat, lebih maslahat, tidak merugikan dan juga tidak melanggar aturan yang ada," katanya.

"Oleh karena itu kami akan sangat hati-hati saat memanfaatkan aset milik pemda provinsi ini," pungkas dia.

Berada di ketinggian 1.443 meter di atas permukaan laut, Restoran Rindu Alam ini juga kabarnya sering disinggahi oleh tokoh hingga selebritis nasional, seperti Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.



Simak Video "Macet di Jalur Puncak Masih Terjadi Meski Ada Ganjil Genap"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA