Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 15 Okt 2021 13:55 WIB

TRAVEL NEWS

Penerbangan Internasional Buka, Imigrasi Bandara Bali Siaga

Antara
detikTravel
JATILUWIH, BALI, INDONESIA - JUNE 19:  A farmer spreads paddy stalks to be dried under the sunlight during harvest season at Jatiluwih on June 19, 2014 in Tabanan, Bali, Indonesia. Industry Officials and analysts are expecting Indonesia to more than double its rice imports to around 1.5 million tons in 2014 from an estimated 700,000 tons imported in 2013 ahead of a general election and El Nino looms on the horizon which could lead into drought and lack of rainfall. Jatiluwih is famous for its well-maintained terraced rice fields and functioning subak traditional irrigation system. UNESCO has recognized it as one of the worlds heritage sites. (Photo by Agung Parameswara/Getty Images)
Ilustrasi wisata Bali (Getty Images/Agung Parameswara)
Denpasar -

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan siap memfasilitasi dan memberikan pelayanan keimigrasian seiring rencana kedatangan turis asing. Itu seiring penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai dibuka lagi.

"Terkait dibukanya Bali untuk penerbangan internasional adalah hal yang patut disyukuri untuk menghidupkan kembali perekonomian Bali. Imigrasi sangat siap melakukan tugas-tugas terkait dibukanya penerbangan dan tidak mengurangi personel," kata Jamaruli Manihuruk dalam keterangan persnya, di Denpasar, Bali, seperti dikutip dari Antara.

Ia memperkirakan kedatangan turis asing mungkin tidak sebanyak sebelum pandemi COVID-19. Meskipun begitu, masing-masing petugas di 16 konter siap dalam menjalankan tugas.

"Kami perkirakan kalau datang penumpang 1.000 tidak akan sampai satu jam kami kerjakan, bisa jadi kurang dari satu jam. Jadi kami sangat siap untuk itu, karena memang sejak pandemi tidak mengubah personel dan sangat cukup melakukan pekerjaan tersebut," katanya.

Jamaruli menambahkan bagi orang asing yang datang ke Indonesia bisa menggunakan empat jenis visa, yaitu visa diplomatik, visa dinas, visa izin tinggal terbatas, dan visa kunjungan.

Bagi yang menggunakan visa kunjungan bisa mengajukan permohonan ke Ditjen Imigrasi oleh penjamin yang ada di Indonesia.


Nah, untuk penjaminnya, atau sponsor mengajukan e-visanya ke Ditjenim melalui aplikasi izin tinggal. Kemudian, melakukan transaksi pembayarannya juga melalui aplikasi.

"Mungkin nanti akan banyak yang menggunakan visa kunjungan, cara mendapatkannya dengan mengajukan permohonan ke Ditjen Imigrasi oleh penjamin yang ada di Indonesia," Jamaruli menjelaskan.

Turis asing dari 19 negara yang bisa melakukan penerbangan internasional ke Bali, yaitu dari Saudi Arabia, United Arab Emirates (UAE), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Sebelumnya, Kadispar Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan hingga Rabu (13/10), belum ada informasi mengenai penerbangan internasional dan wisman yang datang ke Bali.

Ia mengatakan belum adanya penerbangan internasional maupun wisatawan yang mengonfirmasi ke Bali, mungkin karena waktu yang terlalu singkat untuk persiapan bagi calon wisatawan.



Simak Video "Pelancong dari Korsel-Dubai Boleh Masuk Bali Per 14 Oktober"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA