Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 22 Okt 2021 13:05 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Pure Beach, Pantai Bikini di Arab Saudi dan Hal-Hal yang Dilarang

Beachgoers play at floating blow-up water park, at Pure Beach in King Abdullah Economic City -- about 125 kilometres south of Jeddahs city centre, on the Red Sea, on September 17, 2021. - While tourists have long been able to mingle freely at such parties in and around Jeddah, known as the kingdoms most open-minded city, Saudis were confined to single-sex beaches. But now, four years into a reform drive aimed at improving the countrys image and creating new opportunities for its oil-reliant economy, they are enjoying more freedoms. (Photo by Fayez NURELDINE / AFP)
Pure Beach Foto: AFP/FAYEZ NURELDINE
Jakarta -

Sebuah pantai bikini, Pure Beach dibuka di Arab Saudi. Di dalamnya ada hal-hal yang dilarang dilakukan wisatawan.

Berlokasi di dekat Jeddah, pantai ini bagian dari Lagoon Preserve, King Abdullah Economic City (KAEC). Untuk bisa masuk ke Pure Beach, wisatawan harus membayar 300 riyal atau sekitar Rp 1,12 juta per orang. Di dalamnya terdapat fasilitas Food and Beverages, permainan volley hingga kayak.

Melihat situs Visit KAEC, pengunjung yang datang bersama keluarga hanya dibolehkan pada akhir pekan dan hari libur. Status kesehatan juga harus ditunjukkan saat memasuki pantai.

Wisatawan diimbau memakai pakaian pantai dan mereka yang datang bersama keluarga harus selalu mendampingi anak-anaknya. Sementara itu, kegiatan berenang tak boleh dilakukan setelah matahari terbenam atau saat bendera merah dikibarkan. Mereka juga dilarang berenang di luar zona aman.

Fasilitas payung dan kursi berjemur tersedia berdasarkan urutan kedatangan wisatawan. Satu hal yang perlu diingat, untuk melindungi privasi, fotografi sangat dilarang di kawasan ini.

Pure beach menyediakan fasilitas food and beverage, sehingga katering atau pengiriman makanan dari luar juga tidak diizinkan. Hal-hal lain yang tak diperbolehkan di antaranya menyalakan api, barbekyu, berkemah, merokok sisha, memberi makan hewan atau burung yang muncul hingga mengumpulkan atau berjalan di atas terumbu karang.

"Penggunaan pantai dan laut adalah risiko dan tanggung jawab Anda sendiri. Pantai tidak bertanggung jawab atas cedera, kehilangan atau kematian yang terkait dengan penggunaan pantai dan laut." tulis keterangan di Visit KAEC.

Ada pula keterangan bahwa insiden yang terjadi berulang akan mengakibatkan traveler menjadi daftar hitam dari Pure Beach dan KAEC. Manajemen berhak meminta wisatawan meninggalkan tempat kapan saja.

Pure Beach buka setiap hari mulai pukul 09.00-19.00 waktu setempat. Pantai ini membolehkan turis asing bebas mendengar musik, berdansa bahkan mengenakan pakaian renang.

Hal ini menjadi pemandangan yang tak biasa di Arab Saudi. Pada tahun 2017, musik dilarang dibunyikan di tempat umum dan para wanita bisa ke pantai namun areanya dipisahkan dengan pria.

Bagaimana menurut travelers?



Simak Video "WNI Bisa ke Arab Saudi Tanpa Karantina dan Booster Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA