Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 25 Okt 2021 18:01 WIB

TRAVEL NEWS

Belum Ada Penerbangan Internasional ke Bali, Ini Keluhan dari Australia

bonauli
detikTravel
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno didampingi Sekretaris Daerah Kota Sorong Yacob Karet dan Tokoh Adat Yonas Malibela mengunjungi Taman Wisata Mangrove Klawalu, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (25/10/2021). Taman mangrove yang terletak di distrik Sorong Timur kota Sorong, merupakan salah satu tempat wisata baru yang cukup ramai dikunjungi wisatawan, tempat ini menjadi prioritas pengembangan karena merupakan salah satu alternatif tempat wisata.
Sandiaga Uno di Papua (Agung Pambudhy)
Jakarta -

Indonesia sudah resmi membuka diri untuk penerbangan Internasional, termasuk Bali. Namun sampai saat ini belum ada penerbangan internasional ke Bali.

"Belum ada penerbangan ke Bali, tapi sudah ada persiapan beberapa rute dan syarat karantina," ucap Menparekraf Sandiaga Uno dalam weekly briefing bersama media.

Sandiaga mengatakan bahwa pemerintah sedang meninjau kembali timbal balik dari daftar negara-negara yang akan masuk. Meski belum ada penerbangan, namun tingkat permintaan ke Bali meningkat.

"Ada permintaan dari Singapura dan Australia untuk membuka diskusi," ungkap Sandiaga.

Saat ini antar kementerian dan lembaga terus melakukan diskusi agar ada realisasi yang berkelanjutan. Pembahasan yang disinkronisasi berupa asuransi dan syarat karantina.

"Di minggu ke-dua ini sinkronisasi data hotel, data pelabuhan Bali, pembahasan kembali tentang asuransi dan sinkronisasi untuk wisatawan yang dikarantina. Kami rencananya menyiapkan live on board karantina kapal phinisi," jelasnya.

Menparekraf mengatakan bahwa minat kunjungan ke Bali tetap tinggi. Yang jadi pertimbangan adalah angka Covid-19 dan PCR 3X24 jam.

"Kita utamakan kesehatan dan kesiapan," katanya.

Kendala utama yang saat ini masih terus diselesaikan adalah karantina. Bali menerapkan beberapa syarat khusus untuk turis. Turis diharuskan untuk karantina selama 5 hari.

Namun rupanya, banyak turis yang keberatan dengan hal ini, khususnya Australia yang turisnya tergolong senang ke Bali. Australia sendiri masuk dalam daftar pertimbangan negara yang diterima Indonesia.

Australia ingin syarat karantina di Bali diubah menjadi 2 hari. Alasannya karena mereka sudah mendapat vaksin, melakukan PCR saat berangkat dan sesampainya di bandara tujuan. Ini menjadi salah satu tantangan untuk Indonesia. Apalagi bersaing dengan negara-negara yang tidak mengharuskan karantina.

"Saat ini Australia masih belum masuk dalam daftar 19 negara yang dibolehkan ke Indonesia, namun dengan positivity rate sebesar 1,3% dan 58% penduduk Australia tervaksinasi penuh, serta ada demand yang cukup besar, Australia memiliki peluang untuk dapat diizinkan masuk ke Indonesia," ujar Sandiaga.



Simak Video "Menparekraf Sandiaga Cicipi Aneka Kuliner Khas Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA