Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 31 Okt 2021 07:35 WIB

TRAVEL NEWS

Aneh Sampai Ajaib, Ragam Tradisi Buang Sial di Negara +62

Syanti Mustika
detikTravel
Ruwatan anak berambut gimbal di Wonosobo, Sabtu (29/7/2017).
Ilustrasi tradisi di Indonesia (Uje Hartono/detikTravel)
Jakarta -

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Termasuk di dalamnya tradisi yang dipercaya mampu membuang sial dalam hidup.

detikTravel telah merangkum ragam tradisi unik yang dipercayai sebagian masyarakat Indonesia sebagai penolak bala atau pembuang sial,Minggu (31/10/2021). Berikut beberapa di antaranya:

1. Buang celana dalam saat ziarah untuk buang sial

detikcom sebelumnya memberitakan ditemukannya ratusan celana dalam berserakan di Gunung Sanggabuana. Saat ditelusuri salah satu warga dari Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru menuturkan fenomena buang celana dalam itu sudah sering dilakukan oleh warga yang berziarah dan juga pengunjung atau pendatang saat bulan Mulud (Maulid) sebagai salah satu ritual buang sial di Pegunungan Sanggabuana.

Dari mitos yang beredar, dikatakan pengunjung yang datang ke kawasan Pegunungan Sanggabuana harus mencari sumber mata air yang bernama "Pancuran Emas" dan wajib mandi di pancuran tersebut. Setelah mandi itu, semua yang melekat di badannya harus dibuang.

2. Ruwatan di Demak, Jawa Tengah

Dalam website Dispar Kabupaten Demak dituliskan, Ruwatan adalah upacara atau ritual penyucian yang tetap dilakukan untuk melestarikan ajaran dari Kanjeng Sunan kalijaga dan diperuntukkan bagi orang yang Nandang Sukerta atau berada dalam dosa.

Istilah Ruwat berasal dari istilah Ngaruati yang memiliki makna menjaga kesialan Dewa Batara. Upacara Ruwatan biasa dilakukan orang Jawa ketika mengalami kesialan hidup. Sebagai misal adalah anak sedang sakit, anak tunggal yang tidak memiliki adik maupun kakak, terkena sial, jauh jodoh, susah mencari kehidupan dan lain sebagainya.

ruwat sukerta di mojokertoRuwat sukerta di Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto

3. Tradisi Ciswak

Di kalangan warga Tionghoa ada ritual tolak bala bernama Ciswak. Ritual tolak bala ini dilakukan dengan menyembahyangi dan mengantar dewa malapetaka di kelenteng.

4. Lepas burung pipit

Tradisi ini juga dilakukan oleh warga keturunan Tionghoa. Burung pipit adalah simbol pembawa rezeki dan berkah kehidupan. Maka dengan melepaskan burung pipit, diharapkan banyak membawa berkah.

Sejumlah warga melepas burung pipit seusai bersembahyang merayakan tahun baru Imlek 2571 di Wihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan, Jakarta, Sabtu (25/1/2020).Sejumlah warga melepas burung pipit seusai bersembahyang merayakan tahun baru Imlek 2571 di Wihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan, Jakarta, Sabtu (25/1/2020) (Ari Saputr/detikTravel)

Selanjutnya: Sejumlah tradisi unik lainnya di Indonesia

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ada Tradisi Gulat Unta di Turki"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA