Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 03 Nov 2021 06:15 WIB

TRAVEL NEWS

Keren! 3 Desa Wisata Wakili Indonesia di Ajang UNWTO Best Tourism Village

Wae Rebo
Desa Wisata Wae Rebo (Ryan Febryan/d'Traveler)
Jakarta -

Tiga desa wisata Indonesia mewakili ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021. Menparekraf Sandiaga Uno beri apresiasi.

Ketiga Desa Wisata tersebut adalah Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, DIY Yogyakarta, Desa Wisata Tetebatu, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dan Desa Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Desa wisata terpilih tersebut siap beradu keindahan dengan desa wisata di berbagai belahan dunia.

Saingannya pun cukup berat, ada Murcia (Cehegin), Spanyol; Alonissos, Westerb Samos, dan Soufli yang mewakili Yunani; serta desa wisata dari Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, Kamboja, dan masih banyak lagi. Dalam pencapaian ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan apresiasi kepada tiga desa wisata tersebut.

"Mudah-mudahan ini menjadi langkah kita bersama dalam menjadikan desa wisata di Indonesia sebagai pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Tentunya, lomba desa wisata bertaraf internasional ini memberi kebanggaan tersendiri untuk bangsa indonesia. Tak hanya itu, adanya desa wisata dari Indonesia dalam ajang ini menjadi salah satu upaya mempromosikan pariiwsata Indonesia di kancah global.

Sandiaga pun mengajak wisatawan untuk menelusuri apa saja keunggulan dari ketiga desa wisata tersebut. Yuk kenali tiga desa wisata keren ini.


1. Desa Wisata Nglanggeran

Desa Wisata Nglanggeran berlokasi di Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, DIY, tepatnya di kawasan Gunung Api Purba yang menjadi daya tarik terbesar dari desa wisata ini. Traveler tahu? Gunung Api Purba merupakan bagian dari Geopark yang diakui dunia, Gunung Sewu.

Nah, untuk menikmati kemegahan Gunung Purba, wisatawan bisa tracking dengan menaiki 100 anak tangga. Setibanya di atas, pengunjung bisa melihat gunung api purba yang membentang luas dengan keunikan bongkahan-bongkahan batu.

Traveler bisa melihat pemandangan utuh geosite, serta melhat keunikan Kampung Pitu. Ya, sesuai namanya, kampung ini hanya boleh diisi tujuh keluarga.

Ada juga objek wisata yang merupakan tampungan air seluas 0,34 hektare, Embung Ngglanggeran. Destinasi ini pun digunakan sebagao pengairan kebun warga.

Tak sampai di situ, desa wisata ini kaya akan potensi seni dan budaya yang masih terjaga kelestariannya. Apa saja? Ada Tarian Reog Nglanggeran, GejogLesung, Jathilan, Kenduri, Karawitan, dan Festival Kirab Budaya.

Potensi ekonomi kreatifnya pun tak kalah menarik, ada kerajinan batik topeng, olahan spa, dan deretan kuliner. Menariknya lagi, memiliki batik tulis motif gunung Api Purba dan cokelat, batik jumputan menggunakan kelereng dan batu, serta batik eco print yang memanfaatkan daun jati, papaya, singkong, dan kenikir.

Jadi Desa Mandiri Inspiratif, Sandiaga Minta Nglanggeran Segera Uji Coba BukaJadi Desa Mandiri Inspiratif, Sandiaga Minta Nglanggeran Segera Uji Coba Buka Foto: (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Selanjutnya, Desa Wisata Tetebatu dan Wae Rebo

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA