Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 09 Nov 2021 20:40 WIB

TRAVEL NEWS

Heboh Penemuan Fosil Manusia Mini Berusia 240 Ribu Tahun

CNN Indonesia
detikTravel
Penemuan fosil manusia mini berusia ratusan ribu tahun di Afrika.
Foto: (AFP/Wikus De Wet)
Jakarta -

Fosil nenek moyang manusia diperkirakan berusia 240 ribu tahun ditemukan di sebuah lorong Gua Rising Star yang sempit di Afrika Selatan.

Para ilmuwan menemukan tengkorak anak Homo naledi yang terfragmentasi yang mereka sebuah dengan Leti. Tengkorak dengan corak hitam itu kemudian disebut sebagai 'Anak Kegelapan'.

Sampai saat ini, para ilmuwan belum bisa menjelaskan bagaimana tengkorak kecil itu bisa berada di dalam gua yang kecil dengan lebar hampir 15 sentimeter tersebut. Tim peneliti menduga, fosil tersebut merupakan bukti penguburan yang disengaja.

'Leti' merupakan kependekan dari 'Letimela' atau yang berarti "Yang Hilang" dalam bahasa Setswana di Afrika Selatan.

Dilansir detikTravel dari Live Science, Selasa (9/11/2021), berdasarkan usia sisa-sisa lain yang ditemukan di gua yang penuh teka-teki tersebut, Leti mungkin hidup antara 335 ribu dan 241 ribu tahun yang lalu.

Fragmen fosil milik sekitar 24 individu Homo naledi telah ditemukan di Gua Afrika Selatan sejak 2013, ketika fosil pertama dari nenek moyang manusia ini ditemukan di tempat yang sekarang dikenal sebagai Kamar Dinaledi.

Kehadiran begitu banyak individu dari satu spesies di dalam gua itu masih menjadi misteri.

Satu-satunya jalan masuk ke gua tersebut adalah patahan vertikal setinggi 39 kaki atau 12 meter yang dikenal sebagai 'The Chute' dan tidak ditemukan bukti pintu alternatif lain untuk masuk ke lorong oleh ahli geologi maupun penjelajah dari penelitian tersebut.

"Tengkorak kecil Leti ditemukan berserakan berkeping-keping di rak batu kapur sekitar 80 cm di atas lantai gua. Tempat itu berada di lorong sempit di antara jaring laba-laba," kata Maropeng Ramalepa, anggota tim eksplorasi, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Homo naledi sama dengan Homo sapiens?

Menurut sebuah makalah baru yang diterbitkan Kamis, 4 November di jurnal Paleo Anthropology, tidak ada bukti bahwa hewan membawa tulang Homo naledi ke dalam gua sebab tidak ada bekas gigitan atau bukti pemangsaan.

Tulang-tulang tersebut juga tampaknya telah ditempatkan di dalam gua dan tidak dicuci, karena tidak ditemukan campuran sedimen atau puing-puing lainnya.

Hal itu membuka kemungkinan bahwa lebih dari 240 ribu tahun yang lalu, nenek moyang manusia dengan otak seukuran jeruk dengan sengaja memasuki gua yang gelap, seperti labirin, mungkin melalui saluran vertikal yang menyempit hingga 18 cm di beberapa tempat, dan meletakkan mayat mereka di dalamnya.

Tidak ada alat atau artefak yang ditemukan di samping fosil di Gua Rising Star. Hanya ada beberapa tanda hewan lain memasuki gua, di luar dua spesimen babun remaja yang setidaknya satu di antaranya mungkin jauh lebih tua dari sisa-sisa Homo naledi.

Selanjutnya: Ukuran Homo naledi

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Penembakan Brutal di Afrika Selatan, Belasan Orang Tewas!"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA