Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 11 Nov 2021 18:04 WIB

TRAVEL NEWS

Niat Sucikan Diri, eh Sungainya Tercemar Hingga Berbusa-busa dan Bau Pesing

Femi Diah
detikTravel
Hindu women pray to the sun god as they stand in knee deep waters in the River Ganges at Phaphamau during Chhath festival in Prayagraj, India, Wednesday, Nov. 10, 2021. During Chhath, an ancient Hindu festival, rituals are performed to thank the sun god for sustaining life on earth. ( AP Photo/Rajesh Kumar Singh)
Umat Hindu merayakan Festival Dewa Matahari di tengah sungai yang tercemar. (AP/Rajesh Kumar Singh)
New Delhi -

Anak Sungai Gangga, Sungai Yamuna, tercemar berat. Festival Dewa Matahari Chhath Puja pun dilakukan di tengah sungai yang berbusa.

Dikutip dari CNN, umat Hindu di India merayakan Festival untuk Dewa Matahari awal pekan ini di Sungai Gangga dan anak-anak sungainya, termasuk Sungai Yamuna. Tetapi, di saat bersamaan lapisan busa beracun melapisi bagian sungai suci di dekat ibu kota India itu. Padahal, perayaan festival dilakukan dengan mandi-mandi di tengah sungai.

Buih putih, campuran limbah dan limbah industri, terbentuk selama seminggu terakhir di bagian Sungai Yamuna, anak sungai Sungai Gangga yang suci, yang mengalir sekitar 1.376 kilometer selatan dari Himalaya.

Busa dengan aroma menyengat mengandung amonia yang bikin bau pesing dan fosfat tingkat tinggi. Itu dapat menyebabkan masalah pernapasan dan kulit.

Salah satu peserta festival Gunjan Devi mengatakan tidak punya pilihan selain mandi di air yang tercemar.

"Airnya sangat kotor tetapi kami tidak punya banyak pilihan," kata Gunjan.

"Ini adalah ritual untuk mandi di tengah sungai, jadi kami datang ke sini untuk mandi," dia menambahkan.

Menurut Press Trust of India, sebanyak 15 perahu telah dikerahkan oleh pemerintah untuk menghilangkan busa, tetapi para ahli khawatir kerusakan akibat busa sudah signifikan.

"Sungai di bentangan New Delhi adalah sungai yang mati secara ekologis," kata Bhim Singh Rawat, dari South Asia Network on Dams, Rivers and People (SANDRP).

"Tidak ada ikan atau burung air tawar. Itu sudah terjadi selama bertahun-tahun sekarang," dia menambahkan.

Selama beberapa dekade, bagian dari Sungai Yamuna telah diganggu oleh pembuangan bahan kimia beracun dan limbah yang tidak diolah. Di beberapa bagian, sungai tampak gelap dan berlumpur. Selain itu, sampah plastik menjadi pemandangan sehari-hari.

Merujuk data dari komite pemantau pemerintah, Sungai Gangga paling tercemar ada di daerah sekitar Delhi. Sebabnya, populasi yang padat dan tingkat limbah yang tinggi. Hanya 2% dari panjang sungai yang mengalir melalui ibu kota, tetapi Delhi menyumbang sekitar 76% dari total beban pencemaran sungai.

Rawat mengatakan sungai yang tercemar berdampak pada penduduk yang tinggal di beberapa kota di hilir, termasuk Faridabad, Noida, dan Agra.

"Ribuan warga desa mengambil air irigasi dari sungai, mereka membawa ember ke sungai untuk mandi dan minum," kata dia.

Pada tahun 2017, busa yang serupa muncul di Danau Varthur di kota selatan Bangalore. Hembusan angin kencang membawa bahan kimia berbusa ke jalan.



Simak Video "Tumpukan Mayat di Sungai Gangga India Picu Kepanikan Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA